Eks Wamenlu RI Tegaskan Iran Bukan Agresor, Serangan AS Tunjukkan Tren Berbahaya Kebijakan Luar Negeri Washington

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 1 Maret 2026 | 16:01 WIB
Mantan Wamenlu RI Dino Patti Djalal sorot tren berbahaya AS gunakan perang sebagai instrumen politik usai serangan ke Iran bersama Israel. (Instagram.com/@kemensetneg.ri)
Mantan Wamenlu RI Dino Patti Djalal sorot tren berbahaya AS gunakan perang sebagai instrumen politik usai serangan ke Iran bersama Israel. (Instagram.com/@kemensetneg.ri)

SENAYANPOST - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal menegaskan bahwa konflik terbaru di Timur Tengah harus dipahami secara jelas sebagai serangan terhadap Iran, bukan sebaliknya.

Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat bersama Israel melakukan serangan militer ke Iran yang dimulai pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026.

Serangan tersebut menewaskan ratusan warga sipil yang di antaranya adalah anak-anak, kemudian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

"Kita harus jelas, sejelas-sejelasnya bahwa Iran adalah pihak yang diserang oleh Amerika dan Israel, bukan pihak yang menyerang Amerika atau Israel," kata Dino Patti Djalal pada 1 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari X @dinopattidjalal.

Baca Juga: Dino Patti Djalal: Serangan AS dan Israel ke Iran Bisa Jadi Preseden Menuju Perang Dunia III

Dino menilai kegagalan perundingan nuklir yang sudah berlangsung tiga putaran antara Washington dan Teheran tidak dapat dijadikan alasan pembenaran bagi tindakan militer.

"Bahwasannya perundingan antara Amerika dan Iran belum berhasil, ini tidak memberikan pembenaran bagi Amerika Serikat untuk melakukan serangan militer terhadap Iran," katanya.

Ia juga menyoroti peran Oman sebagai mediator yang sebelumnya menyatakan adanya kemajuan dalam proses diplomatik.

"Apalagi pemerintah Oman yang selama ini menjadi mediator menyatakan sudah ada kemajuan yang signifikan dalam proses perundingan ini," ujarnya.

Menurut Dino, serangan militer tersebut mencerminkan tren yang mengkhawatirkan dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Baca Juga: BREAKING NEWS, Pemimpin Tertinggi Iran Meninggal, Masa Berkabung 40 Hari

"Serangan militer ke Iran menandakan adanya tren yang mengkhawatirkan di Amerika Serikat, bahwa perselisihan yang tidak sesuai dengan kemauan Presiden Trump akan diselesaikan dengan perang atau kekerasan," katanya.

Ia memperingatkan bahwa pendekatan seperti itu berpotensi merusak stabilitas internasional secara luas.

"Pendekatan seperti ini sangat berbahaya bagi stabilitas dan perdamaian internasional," tegas Dino.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X