SENAYANPOST – Israel diberitakan menjatuhkan rudal ke Iran yang menjadi tanda perang.
Rudal itu jatuh pada 28 Februari 2026 dan membuat 20 orang terluka sementara satu lainnya tewas.
Menjawab serang Israel, rupanya Iran memilih menutup selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran paling strategis di dunia.
Baca Juga: Israel-AS Serang Iran, Sejumlah Perusahaan Minyak Tangguhkan Pengiriman Melalui Selat Hormuz
Dilansir dari Antara News, 1 Maret 2026, penutupan selat Hormuz tersebut langsung disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
"Saat ini dilakukan penutupan selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran," ungkapnya.
Penutupan selat Hormuz bisa berdampak pada pasar global.
Pasalnya sekitar seperlima dari minyak dunia dan seperampat dari gas alam cairannya melewati jalur air ini.
Jika Iran memblokir selat Hormuz, maka kapal tanker raksasa tidak dapat meninggalkan teluk Persia.
Dilansir dari Sea Employee pada 1 Maret 2026, para ahli setuju bahwa langkah tersebut akan membuat harga bahan bakar melesat tajam dan mengganggu rute pelayaran di seluruh dunia.
Baca Juga: Donald Trump Konfirmasi AS Bergabung dalam Operasi Militer di Iran, Sekolah Dasar Jadi Sasaran Bom
Bila benar terjadi, harga minyak akan melonjak, sementara dampak bagi Indonesia di antaranya seperti harga BBM naik, maka bahan pokok juga ikut naik sedangkan rupiah anjlok. ***
Artikel Terkait
Indonesia Serukan Dialog AS dan Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Mediasi ke Teheran
Dunia Waspada Perang Timur Tengah Usai Serangan AS dan Israel ke Iran
Pascaserangan Militer di Iran, KBRI Teheran Pastikan 329 WNI dalam Kondisi Aman
GREAT Institute Dukung Penuh Inisiatif Presiden Prabowo Jadi Mediator Konflik Israel-Iran
Eskalasi Perang AS-Iran: Pengamat Peringatkan Ancaman Krisis Energi dan Tekanan Fiskal bagi Indonesia