SENAYANPOST – Media Iran melalui kantor berita Tasnim dan Fars mengonfirmasi bahwa pemimpin tertingi mereka, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Ayatollah dikabarkan meninggal dunia bersama anak dan cucunya.
Tentang hal tersebut, Iran mendeklarasikan masa berkabung selama 40 hari dan tujuh hari libur nasional.
Baca Juga: Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Tewas Akibat Serangan AS—Israel
Dikutip dari The New York Times, citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama di kompleks tersebut dalam kondisi hancur total usai serangan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026).
Pada foto yang beredar, bangunan yang menjadi kediaman Ayatollah tampak rata dengan tanah.
Ahli mengatakan bahwa pola kawah dan kehancuran bangunan yang tampak konsisten telah dihancurkan dengan amunisi penghancur bunker (bunker buster).
Baca Juga: 4 Dampak Penutupan Selat Hormuz, Perang Israel dan Iran Pengaruhi Ekonomi Global
Senjata yang digunakan dirancang khusus untuk menembus lapisan beton bangunan dan menghancurkan fasilitas bawah tanah yang terlindungi.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump juga telah mengklaim bahwa Ayatollah tewas dalam serangan tersebut.
Ia menyebutkan bahwa Ayatollah tak dapat menghindar dari serangan cerdik intelejen mereka. ***
Artikel Terkait
Eskalasi Perang AS-Iran: Pengamat Peringatkan Ancaman Krisis Energi dan Tekanan Fiskal bagi Indonesia
Donald Trump Konfirmasi AS Bergabung dalam Operasi Militer di Iran, Sekolah Dasar Jadi Sasaran Bom
Ekspor Gas Kilang Kor Mor ke Pembangkit Listrik di Kurdistan Irak Dihentikan Akibat AS-Israel Serang Iran
Israel-AS Serang Iran, Sejumlah Perusahaan Minyak Tangguhkan Pengiriman Melalui Selat Hormuz
Inilah Dampak Penutupan Selat Hormuz, Imbas Israel Jatuhkan Rudal di Iran