SENAYANPOST - Mantan intelijen Israel, Danny Citrinowicz menegaskan bahwa dua kata paling krusial dalam setiap rencana militer terhadap Iran adalah exit strategy.
Menurutnya, Amerika Serikat (AS) tanpa kejelasan tujuan akhir dan tolok ukur keberhasilan, sebuah kampanye militer berisiko berubah menjadi perang tanpa titik henti.
"Bahkan di tengah ketidakpastian yang melekat pada setiap kampanye militer, sebuah pemerintahan harus jelas tentang apa yang ingin dicapai—dan, yang tak kalah penting, apa yang akan dianggap sebagai keberhasilan yang cukup untuk mengakhiri pertempuran," tulis Citrinowicz pada 6 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com X @citrinowicz.
Ia memperingatkan bahwa tanpa kejelasan tersebut, hampir mustahil merancang mekanisme untuk mengakhiri konflik setelah dimulai—terutama dalam lingkungan yang ditandai oleh ketidakpercayaan mendalam dan risiko eskalasi tinggi.
"Meluncurkan kampanye militer tanpa strategi keluar yang terdefinisi dengan jelas berisiko memasuki perang tanpa keadaan akhir yang jelas—dan karenanya tanpa akhir yang jelas," ujarnya.
Citrinowicz mengakui bahwa Iran tidak menandingi AS dalam kekuatan militer konvensional.
Namun, ia menilai Teheran memiliki keunggulan fundamental yang tidak boleh diremehkan.
"Iran memang tidak menyaingi Amerika Serikat dalam kekuatan militer konvensional. Namun, Iran memiliki keuntungan mendasar: geografi yang menguntungkan, pengalaman militer, dan motivasi ideologis yang tertanam kuat," tulisnya.
Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut kerap mampu mengimbangi kesenjangan kekuatan mentah, terutama dalam perang berkepanjangan atau konflik asimetris.
Baca Juga: Jeffrey Epstein Disebut Pernah Diminta Pantau Arab Saudi di Tengah Pembersihan Ritz Carlton
"Sejarah menunjukkan bahwa faktor-faktor ini dapat menutup kesenjangan kekuatan, khususnya dalam perang yang berkepanjangan atau bersifat asimetris," katanya.
Karena itu, pengamat keamanan Timur Tengah ini juga menekankan satu kebenaran strategis yang harus dipahami Washington sebelum mengambil langkah apa pun.
Artikel Terkait
Mediator Usulkan Kerangka Pembicaraan Iran dan AS, Apa Isinya?
Menlu Abbas Araghchi Pastikan Pembicaraan Iran dan AS Berlangsung di Oman, Begini Reaksi Israel
AS Tembak Jatuh Drone Iran, Donald Trump Sebut Pembicaraan dengan Teheran Masih Berlanjut
Pengamat Keamanan Timur Tengah: Pembicaraan Nuklir Iran dan AS di Oman Hampir Pasti Buntu
Laporan: Pembicaraan AS dan Iran di Oman Fokus Program Nuklir, Negara Kawasan Berperan di Balik Layar