Mediator Usulkan Kerangka Pembicaraan Iran dan AS, Apa Isinya?

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 5 Februari 2026 | 21:04 WIB
Ilustrasi, Para mediator usulkan kerangka pembicaraan antara Iran dan AS yang dijadwalkan akan berlangsung pada pekan ini. (Pexels.com/Elif Ozlem Aydeniz)
Ilustrasi, Para mediator usulkan kerangka pembicaraan antara Iran dan AS yang dijadwalkan akan berlangsung pada pekan ini. (Pexels.com/Elif Ozlem Aydeniz)

SENAYANPOST - Para mediator dari Qatar, Turki, dan Mesir telah menyampaikan pada Iran dan Amerika Serikat (AS) terkait kerangka pembicaraan yang akan berlangsung pada Jumat pekan ini.

Dalam kerangka tersebut dibahas tentang komitmen Iran untuk membatasi secara signifikan pengayaan uraniumnya.

Selain itu, poin-poin yang dibahas lainnya adalah pembatasan rudal balistik dan persenjataan milisi yang didukung Teheran di kawasan Timur Tengah.

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Jazeera pada 4 Februari 2026, sebuah sumber Iran secara terpisah mengatakan kepada bahwa pembicaraan tersebut, yang diperkirakan akan dihadiri oleh utusan khusus AS Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, akan berlangsung di Oman dan bukan di Turki seperti yang direncanakan sebelumnya.

Baca Juga: Teguh Santosa: Indonesia Tidak Beri Cek Kosong dalam Keanggotaan Board of Peace

Kesempatan sempit untuk diplomasi ini muncul ketika kawasan tersebut bersiap menghadapi potensi serangan AS terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump memerintahkan pasukan untuk berkumpul di Laut Arab menyusul tindakan keras Iran terhadap para demonstran bulan lalu.

Apa isi proposal tersebut?

Dalam kerangka kerja yang diusulkan untuk kesepakatan tersebut, Iran akan berkomitmen untuk tidak melakukan pengayaan uranium selama tiga tahun.

Setelah itu, Iran akan setuju untuk membatasi pengayaan uranium hingga di bawah 1,5 persen.

Stok uranium yang sangat diperkaya saat ini, termasuk sekitar 440 kg yang telah diperkaya hingga 60 persen, akan dipindahkan ke negara ketiga.

Kerangka kerja yang diusulkan melampaui program nuklir Iran, dengan para mediator mengusulkan agar Iran setuju untuk tidak mentransfer senjata dan teknologi kepada sekutu regionalnya yang bukan negara.

Baca Juga: Hindari Perang Besar, AS Pilih Tunda Serangan Militer ke Iran

Teheran juga akan berjanji untuk tidak memulai penggunaan rudal balistik dalam kerangka kerja ini.

Ini masih jauh dari tuntutan AS agar Iran membatasi jumlah dan jangkauan rudal balistiknya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X