Pengamat Keamanan Timur Tengah: Konfrontasi AS dan Iran Kini dalam Posisi 'Zero Sum', Risiko Salah Perhitungan Tinggi

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 1 Februari 2026 | 22:09 WIB
Pengamat keamanan Timur Tengah, Danny Citrinowicz menilai konfrontasi AS dan Iran berada dalam fase Zero Sum. (Kolase foto X.com/@WhiteHouse/@khamenei_ir)
Pengamat keamanan Timur Tengah, Danny Citrinowicz menilai konfrontasi AS dan Iran berada dalam fase Zero Sum. (Kolase foto X.com/@WhiteHouse/@khamenei_ir)

SENAYANPOST - Pengamat keamanan Timur Tengah Danny Citrinowicz menilai konfrontasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kini berada dalam fase kritis yang bisa disebut sebagai permainan zero sum, di mana setiap langkah membawa risiko tinggi dan kesalahan kecil bisa memicu konflik langsung.

Citrinowicz menjelaskan bahwa dari perspektif Tehran, tantangan yang ada—mulai dari kampanye militer 12 hari terakhir, protes domestik yang terus berlangsung, hingga ketegangan dengan Washington—tidak berdiri sendiri.

Semuanya dianggap bagian dari satu perjuangan besar untuk kelangsungan rezim.

"Sistem Iran berada dalam keadaan siaga tinggi, beroperasi pada kesiapan maksimal, dengan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei memandang momen ini sebagai potensial menentukan masa depan Revolusi Islam," tulis Danny Citrinowicz pada 1 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari akun X @citrinowicz.

Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Berharap Iran Terima Kesepakatan dengan Washington, Singgung soal Senjata Nuklir

Meski demikian, ia menegaskan Iran tidak mencari perang secara aktif.

Teheran masih berusaha menghindari konfrontasi militer langsung dengan pasukan AS di Teluk Persia.

Namun, Citrinowicz menyoroti paradoksnya, kelemahan relatif Iran justru mendorong rezim menjadi lebih kaku, bukan lebih fleksibel.

"Khamenei tampak bertekad mempertahankan pilar ideologis inti rezim, meskipun dengan biaya yang signifikan. Kompromi terhadap isu-isu ini, menurutnya, berisiko merusak fondasi sistem itu sendiri," tulisnya.

Baca Juga: Veteran Kerajaan Tailan: Konflik AS dan Iran Bisa Picu Krisis Ekonomi Global hingga Goyahkan Timur Tengah

Citrinowicz menambahkan bahwa persepsi rezim pasca kampanye 12 hari memberi keyakinan bahwa Iran mampu menahan tekanan, sehingga menghadapi AS dengan pendekatan zero-sum dianggap rasional, meski berisiko tinggi.

"Dalam ketidakadaan kesepakatan negosiasi, dan mengingat Khamenei enggan memberikan konsesi yang akan dipandang domestik sebagai kelemahan, eskalasi menjadi pilihan yang rasional, meski berisiko," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: X @citrinowicz

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X