SENAYANPOST - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengungkapkan bahwa Teheran sedang mempertimbangkan untuk pembicaraan tak langsung dengan Amerika Serikat (AS).
Lebih lanjut, Baqaei mengatakan bahwa Teheran sedang meninjau berbagai aspek upaya untuk melanjutkan negosiasi tidak langsung dengan AS.
Teheran juga mencatat bahwa negara-negara regional yang terkait memainkan peran mediasi yang konstruktif, sementara beberapa negara Eropa justru berkontribusi pada peningkatan ketegangan.
Berbicara pada konferensi pers mingguan, Baqaei mengatakan pada hari Senin bahwa selama seminggu terakhir, AS dan rezim Israel terus melakukan tindakan destabilisasi di kawasan tersebut.
Sementara itu, aparat diplomatik Iran, dengan mempertahankan pendekatan yang serius dan bertanggung jawab, telah melakukan upaya untuk melindungi kepentingan nasional dan stabilitas regional.
"Ini termasuk kontak tingkat tinggi antara presiden Iran dan kepala berbagai negara, diskusi yang sering dilakukan antara menteri luar negeri dan para mitra regional, dan kunjungan baru-baru ini ke Turki dan Rusia, yang mencerminkan keterlibatan berkelanjutan Teheran dalam melindungi prioritas nasional dan regionalnya," kata Esmaeil Baqaei pada 2 Februari 2026, dikutip SenayanPost.com dari IRNA News Agency.
Tinjauan Sedang Berlangsung Mengenai Dimulainya Kembali Perundingan
Diketahui, Iran telah berulang kali mengalami pelanggaran komitmen, penipuan, dan janji yang tidak ditepati oleh AS selama dekade terakhir, dengan contoh paling serius terjadi pada bulan Juni.
Baca Juga: Diplomasi Diam-diam, Blok Regional Timur Tengah Hadapi Risiko Perang AS dan Iran
Baqaei menambahkan bahwa pengalaman yang diperoleh dengan susah payah akan dipertimbangkan dalam semua keputusan di masa mendatang.
"Terdapat kontradiksi yang jelas dalam retorika dan perilaku Washington, dan ancaman tidak sesuai dengan diplomasi yang tulus dan bahwa tindakan AS di kawasan tersebut sama dengan pelanggaran terus-menerus terhadap prinsip-prinsip dasar hukum internasional," lanjutnya.
Ia mencatat bahwa Iran telah menunjukkan keseriusan dan niat baiknya dalam diplomasi, sementara kekurangan terletak pada pihak lain.
Ketika ditanya tentang dugaan keterkaitan antara minat baru presiden AS dalam perundingan, Baqaei mengatakan klaim tersebut tetap menjadi bahan diskusi media.
Artikel Terkait
Veteran Kerajaan Tailan: Konflik AS dan Iran Bisa Picu Krisis Ekonomi Global hingga Goyahkan Timur Tengah
Presiden AS Donald Trump Berharap Iran Terima Kesepakatan dengan Washington, Singgung soal Senjata Nuklir
Presiden Iran Masoud Pezeshkian: Perang di Timur Tengah Bukan Kepentingan Washington atau Teheran
Diplomasi Diam-diam, Blok Regional Timur Tengah Hadapi Risiko Perang AS dan Iran
Pengamat Keamanan Timur Tengah: Konfrontasi AS dan Iran Kini dalam Posisi 'Zero Sum', Risiko Salah Perhitungan Tinggi