Perlawanan Rakyat Suriah Bentuk 25 Kelompok Militer, Sebut untuk Hadapi Ekspansi Teroris Amerika, Zionis, dan Wahabi

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 22:02 WIB
Kelompok Perlawanan Rakyat Suriah kabarnya membentuk 25 kelompok militer untuk hadapi teroris Amerika, Zionis, dan Wahabi. (Telegram Perlawanan Rakyat Suriah)
Kelompok Perlawanan Rakyat Suriah kabarnya membentuk 25 kelompok militer untuk hadapi teroris Amerika, Zionis, dan Wahabi. (Telegram Perlawanan Rakyat Suriah)

SENAYANPOST - Kelompok Perlawanan Rakyat Suriah belum lama ini merilis pernyataan terkait dengan terbentuknya 25 kelompok militer yang rencananya akan digunakan untuk menghadapi apa yang disebut teroris.

Dalam pernyataan resmi tersebut, Perlawanan Rakyat Suriah mengungkapkan bahwa fase pertama telah selesai terhitung sejak 8 April 2025.

Sebagai tambahan informasi, Perlawanan Rakyat Suriah terbentuk setelah Bashar Al Assad terguling pada 8 Desember 2024, digantikan oleh Ahmad Al Sharaa atau Abu Muhammad Al Julani.

Baca Juga: Iran Siap Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Suriah, Ali Larijani Sebut Syarat Ini

"Berdasarkan keputusan yang dikeluarkan pada 8 April 2025, Komando mengumumkan bahwa sejak tanggal tersebut mereka telah mulai membentuk unit-unit khusus, yang diorganisasikan ke dalam dua puluh lima kelompok, yang tersebar secara cermat di wilayah barat, timur, utara, dan selatan negara, memastikan cakupan geografis yang lengkap dan seimbang," bunyi pernyataan resmi Perlawanan Rakyat Suriah pada 17 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari akun Telegram resminya.

Lebih jauh, pihaknya terus akan membentuk kelompok militer dengan struktur yang lebih kuat di tahun berikutnya.

Nampaknya perang saudara di Suriah masih akan terus berlanjut.

Baca Juga: Ahmad Al Sharaa Minta Tolong Putin Bantu Hadang Agresi Israel di Suriah, Pengamat Ungkap Niat Rusia Sebenarnya

"Fase pertama pembentukan ini telah berhasil diselesaikan, dan Komando sedang bersiap untuk menggandakan jumlah ini pada periode mendatang di akhir tahun 2025, memasuki tahun 2026 dengan struktur yang lebih kuat dan lebih luas," lanjutnya.

Diketahui, korban sipil masih terus berjatuhan akibat persekusi yang dilakukan oleh rezim Ahmad Al Sharaa.

Di awal pemerintahan, SOHR, lembaga hak asasi manusia Suriah merekam setidaknya 1.500 warga Alawi di Latakia dibunuh oleh terduga tentara rezim Al Sharaa dan diberitakan pula oleh Reuters.

Baca Juga: Israel Penjajah Terus Merangsek ke Suriah Selatan, Lakukan Penangkapan dan Penggeledahan Rumah Warga Quneitra

Hingga berita ini dibuat, Pemerintah Suriah sudah selesai melakukan investigasi setelah diberi waktu selama 3 bulan.

Pemerintah Suriah mengklaim bahwa 'sisa-sisa rezim Assad' adalah pelakunya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X