Iran Siap Normalisasi Hubungan Diplomatik dengan Suriah, Ali Larijani Sebut Syarat Ini

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 21:03 WIB
Sekjen Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani ungkap negaranya siap normalisasi hubungan diplomatik dengan Suriah. (X.com/@alilarijani_ir)
Sekjen Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani ungkap negaranya siap normalisasi hubungan diplomatik dengan Suriah. (X.com/@alilarijani_ir)

SENAYANPOST - Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani mengungkapkan bahwa negaranya siap untuk melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Suriah.

Ali Larijani menerangkan bahwa Iran dan Suriah saat ini tidak memiliki hubungan apa pun.

Lebih lanjut, Larijani mencatat bahwa kunjungan regional terbarunya mencakup Irak dan Lebanon—negara-negara yang telah lama menjalin hubungan dengan Iran—sementara Damaskus tidak termasuk dalam rencana kunjungannya.

Baca Juga: Syiah Israel dan Yahudi Iran

Mengenai kemungkinan normalisasi hubungan diplomatik dengan pemerintah Suriah saat ini, Larijani mengatakan kepada Al Mayadeen TV bahwa hal ini tetap merupakan 'kemungkinan logis'.

Tetapi ini juga bergantung pada langkah-langkah yang diambil oleh Damaskus yang saat ini dipimpin oleh Ahmad Al Sharaa atau sebelumnya dikenal sebagai Abu Muhammad Al Julani.

Dalam kesempatan itu, Larijani juga memberikan pandangan Iran tentang Suriah saat ini.

"Situasi di Suriah membingungkan dan tidak jelas, dan bukan situasi yang kami inginkan," kata Ali Larijani pada 14 Agustus 2025, dikutip SenayanPost.com dari Enab Baladi.

Baca Juga: America Asks for a Ceasefire in the Iran-Israel War, AM Hendropriyono: From an Intelligence Perspective, It's Normal

Ia mengkritik meningkatnya peran Israel, dengan mengatakan bahwa Tel Aviv 'melakukan intervensi secara ekstensif' di Suriah, sesuatu yang tidak disukai Iran.

Ia menekankan bahwa Iran lebih suka melihat pengaturan yang jelas sebelum mengambil langkah apa pun untuk memulihkan hubungan.

Dalam kunjungan terakhirnya ke Damaskus, pada 6 Desember 2024—tepat sehari sebelum jatuhnya rezim Suriah—Larijani mengatakan kunjungan tersebut atas permintaan presiden terguling Bashar Al Assad untuk membahas isu tertentu.

Ia menekankan bahwa perkembangan di Suriah selama dua tahun terakhir telah bergerak lebih cepat daripada yang diantisipasi oleh sebagian besar kekuatan regional dan internasional, termasuk Rusia dan pendukung rezim lainnya.

Baca Juga: Tanggapi Laksamana Marsetio, Pakar Urusan Iran Sebut Pertahanan Udara Harus Kuat untuk Jaga Kedaulatan dan Kepentingan Nasional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Enab Baladi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X