SENAYANPOST - Beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Al Shaibani menemui Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan membahas beberapa isu penting.
Salah satu isu penting tersebut adalah kemitraan Suriah dan Rusia dalam penegakan keadilan dalam masa transisi.
Penegakan keadilan tersebut termasuk penyerahan Bashar Al Assad, mantan presiden Suriah yang terguling untuk diadili atas kejahatan perang selama perang saudara di negara itu.
Dalam pernyataan resminya, Al Shaibani menekankan aspirasi Suriah untuk kerja sama dan koordinasi penuh dengan Rusia terkait penegakan keadilan.
"Untuk mendukung jalur keadilan transisi di dalamnya dengan cara yang memastikan pemulihan martabat para korban," kata Asaad Al Shaibani pada 31 Juli 2025, dikutip SenayanPost.com dari Enab Baladi.
Al Shaibani juga mencatat bahwa hubungan Suriah-Rusia berada di titik yang 'menentukan dan bersejarah', dan bahwa kerja sama mereka didasarkan pada 'rasa hormat'.
"Kami sangat yakin bahwa jalan menuju normalisasi yang langgeng di Suriah terletak pada dialog yang komprehensif, peningkatan rekonsiliasi nasional, perdamaian sipil, dan perlindungan hak-hak semua lapisan masyarakat multi-sektarian Suriah," kata Sergey Lavrov menanggapi Menlu Suriah.
Rusia Abaikan Isu-isu Mendesak
Dalam pertemuannya dengan Al Shaibani, Rusia tidak membahas keadilan transisi, penyerahan Assad dan rekan-rekannya kepada Pemerintah Suriah, atau pengembalian aset keuangan yang dijarah Assad dan ditempatkan di bank-bank Rusia.
Usai pertemuan kedua menlu, Kementerian Luar Negeri Rusia tidak menanggapi pertanyaan mengenai apakah ada niat untuk menyerahkan Bashar Al Assad atau rekan-rekannya, atau apakah diskusi semacam itu terjadi selama kunjungan Al Shaibani ke Moskow.
Peneliti politik Rusia Dmitry Bridzhe yakin bahwa pernyataan Al Shaibani tentang keadilan transisi mencerminkan pergeseran yang lebih mendalam dalam pola pikir politik Suriah yang baru.
"Untuk pertama kalinya, seorang pejabat Suriah pergi ke luar negeri dan meminta mitra internasional utama seperti Rusia untuk mendukung jalur akuntabilitas, bukan menutup-nutupi," kata Dmitry Bridzhe.
Artikel Terkait
Ahmad Al Sharaa Presiden Sementara Suriah Masih Masuk Daftar Teroris PBB, Ini yang Dilakukan oleh AS
Pemuka Druze di Suwayda Suriah Protes ke Damaskus, Syaikh Yusuf Jarbou dan Syaikh Hammoud Al Hanawi Merapat ke Barisan Syaikh Hikmat Al Hijri
Eks Dubes AS Akui Bantu Ahmad Al Sharaa alias Abu Muhammad Al Julani Rebranding dari Teroris Jadi Politikus Suriah
Pemerintah Suriah Kutuk dan Kecam Keras Aparat Keamanan Geruduk Rumah Sakit Nasional di Suwayda, Mendagri Anas Khattab Janjikan Investigasi
Ekonom Jeffrey Sachs Soroti Peran Amerika Serikat dalam Krisis Suriah di Tengah Memanasnya Isu-isu Terbaru