4. Hassan Khomeini: Pewaris Warisan Revolusioner
Sebagai cucu Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin tertinggi pertama Iran dan pendiri Republik Islam, Hassan Khomeini, 52 tahun, membawa nama yang kaya akan simbolisme revolusioner dan bobot sejarah.
Warisan keluarganya memberinya pengakuan nama yang tak tertandingi dan resonansi emosional di seluruh spektrum politik Iran.
Meskipun pandangan reformis dan independensi politiknya telah menjadikannya tokoh kontroversial di antara para garis keras, banyak yang melihatnya sebagai pemersatu yang potensial—seseorang yang dapat menyerukan cita-cita era berdirinya republik sambil mengarahkan negara ke arah yang lebih moderat.
5. Mojtaba Khamenei: Pewaris yang Dikecualikan
Sudah lama dianggap sebagai perantara kekuasaan di balik layar, Mojtaba Khamenei, 55 tahun—putra Khamenei—pernah dianggap sebagai penerus yang mungkin karena pengaruhnya terhadap IRGC dan kendali atas jaringan keuangan utama.
Namun, orang dalam mengatakan bahwa ia telah dikecualikan dari pertimbangan.
Keputusan tersebut menandakan keinginan Khamenei untuk menghindari kesan pemerintahan turun-temurun, sebuah prinsip yang telah ia tentang secara terbuka.***
Artikel Terkait
Dampak Konflik Iran-Israel Kian Melebar, Rosan Roeslani Klaim Arus Investasi Asing ke RI Belum Terganggu
Terancam Dibunuh, Iran Percepat Suksesi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei
Hujjatul Islam Mojtaba Khamenei; Pewaris Wilayatul Faqih Iran
Soal Tuduhan Iran Produksi Nuklir, Presiden Pezeshkian Justru Klaim Negaranya Tak Inginkan Senjata Pemusnah Massal Itu
Perang Israel-Iran Sempat Mengganggu Penerbangan Pulang Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Air, Begini Update Terbaru dari Menteri Agama