5 Kandidat Penerus Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Mulai dari Ideolog hingga Tradisionalis

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 26 Juni 2025 | 16:04 WIB
Berikut lima kandidat penerus Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, ada yang berlatar belakang ideologis hingga tradisionalis. (X.com/@khamenei_ir)
Berikut lima kandidat penerus Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, ada yang berlatar belakang ideologis hingga tradisionalis. (X.com/@khamenei_ir)

SENAYANPOST - Ada lima kandidat kuat untuk mengisi posisi penerus Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Dari lima kandidat tersebut, ada yang datang dari latar belakang ideolog, mantan intelijen, dan tradisionalis.

Di antara lima kandidat penerus Ayatollah Ali Khamenei, ada Hassan Khomeini dan Mojtaba Khamenei.

Akhir-akhir ini, Khamenei menjadi target potensial dalam kampanye Israel dan Amerika Serikat (AS), nampaknya Iran akan mempercepat pemilihan penerus Pemimpin Tertinggi tersebut.

Baca Juga: Terancam Dibunuh, Iran Percepat Suksesi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei

Menurut beberapa laporan media, ulama berusia 86 tahun itu telah menunjuk tiga kandidat untuk penggantinya, tetapi nama-nama tersebut belum dipublikasikan.

Mereka yang secara luas dianggap sebagai pesaing utama untuk penunjukan seumur hidup adalah tokoh agama senior yang memiliki hubungan mendalam dengan jaringan keamanan dan ideologis Iran.

Suksesi pemimpin tertinggi Iran dapat membentuk kembali politik dalam negeri, kebijakan luar negeri, dan pengaruh regional Iran.

Dengan banyaknya tokoh militer utama yang telah tewas dalam serangan udara Israel dan infrastruktur nuklir dan logistik Iran yang diserang, kekosongan kekuasaan apa pun dapat memicu ketidakstabilan atau konflik faksional.

Baca Juga: Hujjatul Islam Mojtaba Khamenei; Pewaris Wilayatul Faqih Iran

Seorang pemimpin baru akan menghadapi tantangan langsung: menjaga kohesi internal, menghalangi ancaman eksternal, dan menavigasi krisis ekonomi dan politik yang memburuk.

Sementara itu, Israel mengeluarkan ancaman langsung kepada Khamenei minggu lalu dan setelah serangan AS terhadap Iran, Presiden Donald Trump mengemukakan kemungkinan 'perubahan rezim'.

Beberapa media—termasuk Reuters dan The New York Times—telah melaporkan bahwa tiga ulama senior sedang dipertimbangkan secara serius sebagai pengganti Khamenei.

Berdasarkan konstitusi Iran, Pemimpin Tertinggi haruslah seorang ulama Syiah laki-laki yang dikenal karena kesalehan, kebijaksanaan politik, dan otoritas yurisprudensial—biasanya seorang Mujtahid, yang diakui oleh para sejawatnya sebagai orang yang memenuhi syarat untuk mengeluarkan keputusan agama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Newsweek

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X