SENAYANPOST - Ada lima kandidat kuat untuk mengisi posisi penerus Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Dari lima kandidat tersebut, ada yang datang dari latar belakang ideolog, mantan intelijen, dan tradisionalis.
Di antara lima kandidat penerus Ayatollah Ali Khamenei, ada Hassan Khomeini dan Mojtaba Khamenei.
Akhir-akhir ini, Khamenei menjadi target potensial dalam kampanye Israel dan Amerika Serikat (AS), nampaknya Iran akan mempercepat pemilihan penerus Pemimpin Tertinggi tersebut.
Baca Juga: Terancam Dibunuh, Iran Percepat Suksesi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei
Menurut beberapa laporan media, ulama berusia 86 tahun itu telah menunjuk tiga kandidat untuk penggantinya, tetapi nama-nama tersebut belum dipublikasikan.
Mereka yang secara luas dianggap sebagai pesaing utama untuk penunjukan seumur hidup adalah tokoh agama senior yang memiliki hubungan mendalam dengan jaringan keamanan dan ideologis Iran.
Suksesi pemimpin tertinggi Iran dapat membentuk kembali politik dalam negeri, kebijakan luar negeri, dan pengaruh regional Iran.
Dengan banyaknya tokoh militer utama yang telah tewas dalam serangan udara Israel dan infrastruktur nuklir dan logistik Iran yang diserang, kekosongan kekuasaan apa pun dapat memicu ketidakstabilan atau konflik faksional.
Baca Juga: Hujjatul Islam Mojtaba Khamenei; Pewaris Wilayatul Faqih Iran
Seorang pemimpin baru akan menghadapi tantangan langsung: menjaga kohesi internal, menghalangi ancaman eksternal, dan menavigasi krisis ekonomi dan politik yang memburuk.
Sementara itu, Israel mengeluarkan ancaman langsung kepada Khamenei minggu lalu dan setelah serangan AS terhadap Iran, Presiden Donald Trump mengemukakan kemungkinan 'perubahan rezim'.
Beberapa media—termasuk Reuters dan The New York Times—telah melaporkan bahwa tiga ulama senior sedang dipertimbangkan secara serius sebagai pengganti Khamenei.
Berdasarkan konstitusi Iran, Pemimpin Tertinggi haruslah seorang ulama Syiah laki-laki yang dikenal karena kesalehan, kebijaksanaan politik, dan otoritas yurisprudensial—biasanya seorang Mujtahid, yang diakui oleh para sejawatnya sebagai orang yang memenuhi syarat untuk mengeluarkan keputusan agama.
Artikel Terkait
Dampak Konflik Iran-Israel Kian Melebar, Rosan Roeslani Klaim Arus Investasi Asing ke RI Belum Terganggu
Terancam Dibunuh, Iran Percepat Suksesi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei
Hujjatul Islam Mojtaba Khamenei; Pewaris Wilayatul Faqih Iran
Soal Tuduhan Iran Produksi Nuklir, Presiden Pezeshkian Justru Klaim Negaranya Tak Inginkan Senjata Pemusnah Massal Itu
Perang Israel-Iran Sempat Mengganggu Penerbangan Pulang Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Air, Begini Update Terbaru dari Menteri Agama