Perang Israel-Iran Sempat Mengganggu Penerbangan Pulang Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Air, Begini Update Terbaru dari Menteri Agama

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Kamis, 26 Juni 2025 | 10:13 WIB
Iron Dome milik Israel dilaporkan gagal mencegah serangan roket dari kelompok perlawanan Hizbullah di Kiryat Shmona. (IDF)
Iron Dome milik Israel dilaporkan gagal mencegah serangan roket dari kelompok perlawanan Hizbullah di Kiryat Shmona. (IDF)

SENAYANPOST - Operasional haji 2025 yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) saat ini sudah memasuki proses pemulangan.

Sayangnya, di tengah proses pemulangan ini menghadapi sedikit gangguan atas perang yang terjadi antara Israel dan Iran.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang mengungkapkan bahwa perang Israel-Iran menjadi isu dalam penerbangan pulang jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci.

“Ini yang kita khawatirkan ya, dengan penyerangan terhadap Doha (Qatar) itu kan agak sedikit menyerong ke kiri, jadi itu bisa sedikit agak terganggu,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya, dikutip dari laman Kemenag, Kamis, 26 Juni 2025.

Nasaruddin menjelaskan gangguan penerbangan pesawat jemaah haji ke Indonesia yang melalui kawasan Timur Tengah sempat mengalami penyesuaian karena eskalasi ketegangan antara Iran dan Israel.

Dampak yang paling terlihat adalah setidaknya satu penerbangan yang mengalami keterlambatan dari jadwal seharusnya.

“Tapi saya dengar hari ini sudah mulai lancar, karena agak sedikit menyerong ke kiri, mudah-mudahan lah,” imbuhnya.

Menag juga meminta doa agar proses pemulangan jemaah ke Indonesia bisa berjalan dengan lancar.

“Kita berdoa semoga situasi menjadi lebih baik, saya dengar sudah mulai lewat ya pesawat-pesawat yang di sekitar Qatar.” ucapnya.

“Mudah-mudahan lancar terus, mohon doanya semuanya ya,” tandasnya.

Untuk proses pemulangan ini, Kemenag terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan maskapai.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh penerbangan haji berlangsung aman dan sesuai jadwal sambil memantau perkembangan situasi geopolitik yang tengah terjadi.
*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X