Hujjatul Islam Mojtaba Khamenei; Pewaris Wilayatul Faqih Iran

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Rabu, 25 Juni 2025 | 23:57 WIB

Mojtaba Khamenei adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam otoritas keagamaan di Iran, yang dipimpin oleh ayahnya, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Mojtaba Khamanei dan merupakan salah satu tokoh yang dipandang sebagai kandidat potensial untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran.

Mojtaba Khamenei, seorang ulama tingkat menengah, belajar di bawah bimbingan ulama konservatif di seminari Qom. Ia adalah seorang  yang memiliki hubungan dekat dengan Garda Revolusi, pasukan yang bertugas melindungi sistem Republik Islam Iran, yang telah dipimpin Ali Khamenei sejak 1989.

Mojtaba Khamenei, 55 tahun, bergelar Hujjaul Islam dan tidak pernah memegang jabatan resmi di pemerintahan Iran. Sebaliknya, ia telah menggunakan pengaruhnya di balik layar sebagai pengawal ayahnya.

Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Mojtaba Khamenei pada tahun 2019, dengan menyatakan bahwa ia mewakili Pemimpin Tertinggi dalam kapasitas resmi, meskipun ia tidak pernah dipilih atau diangkat ke posisi pemerintahan, kecuali untuk pekerjaannya di kantor ayahnya.

Situs web Departemen Keuangan AS melaporkan bahwa Khamenei telah mendelegasikan sebagian tanggung jawabnya kepada Mojtaba Khamenei, yang katanya bekerja sama erat dengan komandan Brigade Al Quds Garda Revolusi Iran dan Basij, angkatan bersenjata ideologis yang berafiliasi dengan Garda Revolusi, untuk memajukan pengaruh regional Iran. Mojtaba Khamenei telah membangun hubungan dekat dengan Garda Revolusi Iran, yang memberinya pengaruh tambahan dalam aparat politik dan keamanan.

Mojtaba Khamenei jarang berbicara di depan umum. Tahun lalu, sebuah video menjadi viral di mana dia mengumumkan penangguhan kelas-kelas yurisprudensi Islam yang dia ajarkan di Qom, yang memicu spekulasi tentang alasan di baliknya.

Mojtaba Khamenei sangat mirip dengan ayahnya dan mengenakan sorban hitam sebagai tanda status Sayyid-nya, yang berarti keluarganya adalah keturunan Nabi Muhammad SAW.

Sebuah kabel diplomatik AS tahun 2007 yang dibocorkan oleh WikiLeaks melaporkan bahwa tiga sumber Iran menggambarkan Mojtaba Khamenei sebagai jalan menuju Ayatollah Ali Khamenei. Mojtaba Khamenei secara luas diyakini berada di balik kemenangan Mahmoud Ahmadinejad dalam pemilihan presiden 2005.

Lahir pada tahun 1969 di Masyhad, Mojtaba Khamenei dibesarkan oleh ayahnya sendiri, yang membantu memimpin oposisi terhadap Dinasti Shah yang kejam dan otoriter. Saat masih muda, Mojtaba Khamenei berpartisipasi dalam Perang Iran-Irak.

Ayatollah Ali Khamenei menghabiskan hampir empat dekade sebagai pemimpin tertinggi Iran untuk membangun kekuatan regional yang menyaingi negara-negara  Teluk Arab dan sangat memusuhi Amerika Serikat dan Israel.

Awalnya dianggap lemah dan tidak mungkin menjadi penerus mendiang pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini yang karismatik, tetapi justru Ayatollah Ali Khamenei terus memperkuat pengaruhnya.

Dukungan hati-hati Ayatollah Ali Khamenei terhadap kesepakatan nuklir 2015 yang disepakati Iran dengan Negara 5+1 (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia dan China + Jerman) merupakan momen lain, karena memandang pencabutan embargo sebagai hal yang diperlukan untuk menstabilkan ekonomi dan politik.

 

Diringkas dari Al Arab London

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X