Sementara itu, sumber kedua mengatakan bahwa Hizbullah siap untuk kembali terlibat dalam perang di Gaza dan Suriah mendukung Iran.
"Jika perlu, dan jika rezim Iran terancam, partai tersebut siap untuk memasuki pertempuran ini melalui front pendukung, seperti yang terjadi dengan Gaza dan Suriah," jelasnya.
Hizbullah membuka medan pertempuran dengan Israel pada 8 Oktober 2023, untuk mendukung warga Palestina yang diserang Israel di Gaza.
Selama sekitar satu tahun, konflik tersebut terbatas pada pertukaran tembakan lintas batas.
Namun pada bulan September, Israel meledakkan ribuan pager milik anggota Hizbullah, sebelum melancarkan kampanye pengeboman besar-besaran dan invasi darat. Lebih dari 3.900 warga Lebanon tewas.
Perang tersebut membuat Hizbullah sangat lemah, menewaskan banyak pemimpin seniornya, termasuk pemimpinnya Hassan Nasrallah.
Gencatan senjata disetujui pada bulan November, meskipun Israel terus melakukan serangan yang sering terjadi di Lebanon selatan dan pinggiran kota Beirut.
Tentara Israel masih menduduki beberapa pos di Lebanon selatan.***
Artikel Terkait
Operasi The Rising Lion: Militer Israel Sebut Akan Capai Tujuan di Iran dalam Waktu Dua Minggu
Iran vs Israel, Former President Susilo Bambang Yudhoyono Highlights the Influence of Five Leaders on the World Now Threatened with Disaster
Presiden Rusia Vladimir Putin Bicara soal Kemungkinan Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh Israel dan AS
Presiden AS Donald Trump Pertimbangkan soal Serangan ke Instalasi Nuklir Fordow di Iran, Ini Kata Pengamat
Suriah Jadi Transit Serangan Israel dan Iran, Rezim Ahmad Al Sharaa Masih Diam Seribu Bahasa