SENAYANPOST - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kabarnya tengah mempertimbangkan serangan ke instalasi nuklir Fordow di Iran.
Rencana ini tentu saja bertentangan dengan visi Donald Trump untuk melakukan 'penyebaran misi' di Timur Tengah.
Penyebaran misi terjadi ketika tujuan kampanye militer mulai bergeser dan berubah menjadi komitmen yang lebih lama dan tak terduga.
Ini menjadi ciri khas petualangan militer AS di seluruh dunia.
Pengamat Timur Tengah sekaligus penulis dari Fiasco: The American Military Adventure in Iraq, Tom E Ricks, mengatakan bahwa serangan tersebut kemungkinan kecil akan terjadi.
"Jika AS benar-benar bergabung dalam perang di Iran, dan saat ini saya pikir itu tidak akan terjadi, AS hanya akan merencanakan untuk melakukan beberapa pengeboman terbatas. Namun seperti yang kita semua tahu, begitu Anda terlibat dalam perang, bisa ada banyak kejutan. Jauh lebih mudah untuk terlibat dalam perang daripada keluar dari perang," kata Tom E Ricks pada 18 Juni 2025, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Pada Kamis malam, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump menyetujui rencana serangan AS terhadap Iran tetapi menunggu untuk melihat apakah ia dapat membuat Iran menghentikan program nuklirnya.
The New York Times juga melaporkan hal tersebut dengan mengatakan bahwa Iran bersedia menerima tawaran Trump untuk bertemu.
Sejarah menunjukkan bahwa AS mungkin kesulitan untuk berhenti di Fordow, bahkan jika Trump menginginkannya.
Pertimbangannya tentang apakah akan menyerang Iran dibandingkan dengan keputusan tahun 2003 untuk menginvasi Irak, tetapi itu mungkin perbandingan yang salah.
Baca Juga: Operasi The Rising Lion: Militer Israel Sebut Akan Capai Tujuan di Iran dalam Waktu Dua Minggu
Kisah keterlibatan AS di Irak adalah cerita yang bertahap.
Pada tahun 1991, AS menerapkan zona larangan terbang untuk melindungi minoritas Kurdi di Irak.
Kemudian, pada tahun 1998, AS dan Inggris melancarkan serangan besar-besaran terhadap Irak dengan alasan bahwa Saddam Hussein gagal mengizinkan inspektur senjata mengakses negaranya.
Artikel Terkait
Operasi The Rising Lion: Militer Israel Sebut Akan Capai Tujuan di Iran dalam Waktu Dua Minggu
Soal Negara G7 Bela Israel yang Kini Berkonflik dengan Iran, Menlu Sugiono Nilai Sikap Itu Justru Memperburuk Situasi
Perihal Konflik Iran vs Israel, SBY Soroti Pengaruh Lima Tokoh Pemimpin bagi Dunia yang Kini Terancam Malapetaka
Iran vs Israel, Former President Susilo Bambang Yudhoyono Highlights the Influence of Five Leaders on the World Now Threatened with Disaster
Presiden Rusia Vladimir Putin Bicara soal Kemungkinan Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh Israel dan AS