SENAYANPOST - Pada Jumat dini hari, 13 Juni 2025, dunia kembali disergap ketegangan.
Ketika mayoritas penduduk bumi masih terlelap, langit Teheran diterangi kilatan rudal dan deru jet tempur.
Dalam operasi militer bernama The Rising Lion, Israel meluncurkan serangan udara terkoordinasi terhadap beberapa fasilitas nuklir Iran dan sejumlah tokoh kunci dalam program pengayaan uranium.
Yang disasar bukan hanya infrastruktur, tetapi juga kepala-kepala yang menjalankan program.
Ini bukan sekadar serangan, ini pesan terbuka: "Kami tahu di mana kalian, dan kami bisa menghentikan kalian kapan pun".
Serangan Kilat, Balasan Kilat
Serangan dilaporkan terjadi pukul 03.00 waktu Tel Aviv atau 07.00 WIB.
Belasan pesawat F-16 dan F-35 meluncur dari arah Laut Mediterania, sementara rudal-rudal balistik dilepaskan dari darat dan laut.
Kapal selam Israel yang beroperasi di bawah permukaan Laut Merah diyakini memainkan peran kunci, menembakkan rudal ke wilayah barat Iran dan Yaman.
Target utamanya adalah fasilitas pengayaan uranium di Natanz dan Arak, serta laboratorium drone dan rudal di Tibriz dan Karamshah.
Beberapa jam setelah itu, milisi Houthi di Yaman dan kelompok pro-Iran di Irak melakukan serangan balasan ke Bandara Ben Gurion, Tel Aviv.
Sumber SenayanPost.com menyebut sistem pertahanan Iron Dome bekerja penuh selama 6 jam berturut-turut, dengan sebagian rudal berhasil menembus dan menyebabkan gangguan operasional bandara.
Artikel Terkait
Pemulihan Hubungan AS-Iran yang Menakjubkan
The Amazing US-Iran Relationship Recovery
Israel Serang Iran, Ayatollah Ali Khamenei: Rezim Zionis Telah Menyegel Takdir yang Pahit dan Menyakitkan
Diserang Israel, Iran Berjanji Balas Israel dengan Serangan yang Setimpal
Kedubes Iran di Jakarta soal Agresi Israel, Sebut Rezim Zionis Langgar Integritas Wilayah dan Kedaulatan Nasional