SENAYANPOST - Gerakan Perlawanan Palestina Hamas mengaku terkejut dengan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Israel terkait jenazah Sheri Bibas.
Sheri Bibas merupakan salah satu warga Israel yang tewas akibat serangan udara Israel dalam operasi Badai Al Aqsa di Jalur Gaza.
Belum lama ini, Netanyahu mengatakan bahwa jenazah yang diserahkan kepada Israel tidak cocok dengan DNA Sheri Bibas.
"Hamas terkejut dengan kegaduhan yang disebabkan oleh pendudukan setelah klaimnya bahwa jenazah tawanan Sheri Bibas tidak cocok dengan tes DNA, dan menolak ancaman yang dikeluarkan oleh Benjamin Netanyahu sebagai bagian dari upayanya untuk memperbaiki citranya di hadapan komunitas Zionis," kata gerakan perlawanan tersebut pada 21 Februari 2025, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.
Baca Juga: Hari ke-18 Pengepungan Israel Penjajah di Tulkarem Tepi Barat Palestina, 9 Warga Syahid
Hamas menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengembalikan jenazah warga Israel yang tewas sesuai dengan kesepakatan.
"Kami di Hamas menegaskan keseriusan dan komitmen penuh kami terhadap semua kewajiban kami, dan kami telah membuktikannya melalui perilaku kami selama beberapa hari terakhir. Kami tidak tertarik untuk tidak berkomitmen atau menyimpan jenazah apa pun bersama kami," tambah pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, Hamas akan memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Sheri Bibas yang ditawan oleh Perlawanan Palestina selama operasi Badai Al Aqsa.
"(Kami) akan memeriksa tuduhan ini dengan sangat serius, dan akan mengumumkan hasilnya dengan jelas," jelasnya.
Baca Juga: Pertama Kalinya, Presiden Rusia Vladimir Putin Hubungi Pemimpin Sementara Suriah Ahmad Al Sharaa
Seorang pejabat Hamas mengatakan sebelumnya pada tanggal 21 Februari bahwa jenazah Bibas kemungkinan besar tercampur dengan jenazah lainnya di bawah reruntuhan akibat serangan udara Israel.
"Kemungkinan besar jenazah Nyonya Bibas secara keliru tercampur dengan jenazah lainnya yang ditemukan di bawah reruntuhan," kata seorang pejabat Hamas yang tidak disebutkan namanya kepada AFP.
Ia menambahkan bahwa Hamas sedang 'menyelidiki' masalah tersebut.
Menurut pejabat Hamas Ismail al-Thawabta, jenazah Bibas tercampur dengan jenazah lainnya di bawah reruntuhan tempat yang sengaja dibom oleh pesawat tempur pendudukan.
Artikel Terkait
Eks Menhan Israel Yoav Gallant Tuding Netanyahu Lambat Ambil Keputusan soal Invasi Darat Jalur Gaza
Mesir Kutuk Keras Rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Bangun Negara Palestina di Arab Saudi
Tepi Barat Palestina Memanas, Israel Penjajah Bunuh Wanita Hamil 8 Bulan, sang Suami Luka Parah
Arab Saudi Kecam Keras Rencana Israel dan AS Pindah Paksa 2 Juta Rakyat Palestina dari Jalur Gaza
Hari ke-18 Pengepungan Israel Penjajah di Tulkarem Tepi Barat Palestina, 9 Warga Syahid