Eks Menhan Israel Yoav Gallant Tuding Netanyahu Lambat Ambil Keputusan soal Invasi Darat Jalur Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 7 Februari 2025 | 20:33 WIB
Mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant menuding PM Israel Benjamin Netanyahu lambat ambil keputusan soal invasi darat Jalur Gaza. (X.com/@SuppressedNws)
Mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant menuding PM Israel Benjamin Netanyahu lambat ambil keputusan soal invasi darat Jalur Gaza. (X.com/@SuppressedNws)

SENAYANPOST - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Yoav Gallant akhirnya ungkap di balik layar terkait invasi darat di Jalur Gaza.

Meskipun hubungannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengalami pasang surut, Yoav Gallant semakin tajam mengritik kebijakannya setelah dipecat.

Tidak hanya itu, Yoav Gallant mengungkapkan juga bahwa Netanyahu sempat menolak usulan gencatan senjata dari Hamas.

"Sebelum operasi darat, perdana menteri memberi tahu saya bahwa akan ada ribuan (tentara) yang tewas di Gaza. Saya katakan kepadanya, tidak akan ada ribuan yang tewas, dan lebih dari itu, untuk apa kita memiliki pasukan? Jika setelah mereka membunuh seribu warga negara kita dan menculik mereka serta membunuh wanita, anak-anak, dan orang tua, kita tidak akan melakukannya?" kata Yoav Gallant pada 7 Februari 2025 dikutip SenayanPost.com dari Times of Israel.

Baca Juga: Presiden Donald Trump Klaim Israel Penjajah Bakal Serahkan Jalur Gaza ke Amerika Serikat

"Dan kemudian muncullah alasan: 'Mereka akan menggunakan para sandera sebagai target manusia'," ujarnya.

"Saya katakan kepadanya, kita dan Hamas, hewan-hewan manusia itu, hanya memiliki satu kesamaan: Kita berdua ingin melindungi para sandera," kata Gallant.

Ia menjelaskan bahwa Hamas membutuhkan para sandera hidup-hidup untuk menggunakan mereka sebagai alat melawan Israel.

"Itu adalah perjuangan," kata Gallant lagi, tentang upaya meyakinkan pemerintah untuk meluncurkan operasi darat.

"Semua ini butuh waktu, pada akhirnya, kepala staf IDF dan saya, kami sampai pada keputusan ini," katanya.

Baca Juga: Donald Trump Sebut AS Ingin Kuasai Gaza, Warga Palestina Tak Punya Opsi Selain Angkat Kaki

Kesepakatan penyanderaan dan 'hari berikutnya' di Gaza

Ketika ditanya apakah Gallant yakin pemerintah telah melakukan semua yang dapat dilakukannya untuk memulangkan mereka yang diculik pada 7 Oktober dan disandera di Gaza, mantan kepala pertahanan itu berkata, "Saya rasa tidak".

"Kita bisa saja membawa (pulang) lebih banyak sandera, lebih awal, dan dengan biaya yang lebih rendah. Usulan pada awal Juli, yang disetujui Hamas, identik dengan kesepakatan sekarang, hanya saja (yang sekarang) lebih buruk dalam beberapa hal," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Times of Israel

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X