SENAYANPOST - Kerajaan Arab Saudi (KSA) kecam keras upaya Amerika Serikat (AS) untuk memindahkan paksa rakyat Palestina dari Jalur Gaza belum lama ini.
Hal ini terungkap dari pernyataan kabinet Arab Saudi yang menolak dengan tegas pernyataan Israel terkait pemindahan rakyat Palestina.
Kabinet menegaskan kembali 'pusat perjuangan Palestina bagi Arab Saudi' dan menekankan bahwa perdamaian abadi hanya akan dicapai dengan solusi dua negara atau two state solution.
"Perdamaian abadi hanya dapat dicapai melalui penerimaan prinsip hidup berdampingan secara damai melalui solusi dua negara," bunyi pernyataan kabinet Arab Saudi pada 11 Februari 2025, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Baca Juga: Fakta Karier Politik Erdogan yang Kini Sedang Kunjungi Indonesia
Penolakan Arab Saudi tersebut menyusul pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyatakan bahwa warga Palestina dapat direlokasi ke wilayah Saudi sebagai bagian dari restrukturisasi regional yang lebih luas.
Kementerian Luar Negeri Saudi dengan tegas menolak usulan ini, mengutuk Israel karena berusaha menyembunyikan kejahatan perang yang dilakukannya.
"Kejahatan sistemik yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap warga Palestina, termasuk pembersihan etnis," bunyi pernyataan Kemlu Arab
Pejabat Saudi menekankan bahwa pemindahan paksa warga Palestina tidak dapat diterima, memperingatkan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan merusak upaya untuk mencapai stabilitas regional.
Baca Juga: Presiden Donald Trump Sebut AS Bakal Beli dan Miliki Jalur Gaza Bak Properti, Ini Tanggapan Hamas
Reaksi internasional
Arab Saudi tidak sendirian dalam kritiknya.
Negara-negara Arab dan Muslim lainnya, termasuk Mesir, Yordania, dan Qatar, juga mengutuk pernyataan Netanyahu, menganggapnya sebagai langkah provokatif yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.
Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) telah mengeluarkan pernyataan yang mengecam segala usulan pemindahan paksa warga Palestina.
Artikel Terkait
WHO Sebut Israel Jadikan Rumah Sakit di Jalur Gaza Medan Perang, Minta Penjajah Bebaskan Dr Hussam Abu Safiya
Menhan Israel Targetkan Kekalahan Total Hamas di Jalur Gaza Jelang Pelantikan Presiden AS Terpilih Donald Trump
Presiden Donald Trump Klaim Israel Penjajah Bakal Serahkan Jalur Gaza ke Amerika Serikat
Eks Menhan Israel Yoav Gallant Tuding Netanyahu Lambat Ambil Keputusan soal Invasi Darat Jalur Gaza
Presiden Donald Trump Sebut AS Bakal Beli dan Miliki Jalur Gaza Bak Properti, Ini Tanggapan Hamas