Pejabat Saudi telah berulang kali menekankan bahwa resolusi yang komprehensif dan adil untuk masalah Palestina harus didasarkan pada hukum internasional dan kerangka kerja diplomatik yang mapan, termasuk Prakarsa Perdamaian Arab, yang membayangkan apa yang disebut solusi dua negara sebagai landasan perdamaian di Timur Tengah.
Baca Juga: Hari Ketiga Bentrokan di Perbatasan Suriah dan Lebanon, Presiden Joseph Aoun Telepon Ahmad Al Sharaa
Trump mendorong kendali AS atas Gaza
Sebelumnya hari ini, Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan penting dengan Raja Yordania Abdullah II di Gedung Putih, di mana ia menguraikan rencana kontroversial untuk kendali AS atas Gaza.
Selama pertemuan tersebut, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kendali Gaza, membenarkan langkah tersebut dengan menyatakan, "Di bawah otoritas AS".
Ia lebih lanjut menyarankan bahwa warga Palestina 'akan hidup dengan aman di lokasi lain selain Gaza', yang mengisyaratkan kemungkinan pemindahan ke Mesir atau Yordania.
Baca Juga: Tepi Barat Palestina Memanas, Israel Penjajah Bunuh Wanita Hamil 8 Bulan, sang Suami Luka Parah
Usulan tersebut telah memicu kemarahan di seluruh dunia Arab, yang mendorong Mesir untuk menyerukan pertemuan puncak darurat Arab pada tanggal 27 Februari untuk membahas ancaman terhadap keberadaan Palestina.
Raja Yordania Abdullah II, yang saat ini berada di Washington, menegaskan kembali kekhawatiran negaranya atas pemindahan paksa warga Palestina.
"Kita harus menunggu untuk melihat (rencana) dari Mesir," katanya.
Raja Abdullah II juga mengumumkan bahwa Yordania siap menerima 2.000 anak dari Gaza yang sangat membutuhkan bantuan medis, sementara dengan tegas menolak segala upaya untuk mengubah keseimbangan demografi wilayah tersebut.***
Artikel Terkait
WHO Sebut Israel Jadikan Rumah Sakit di Jalur Gaza Medan Perang, Minta Penjajah Bebaskan Dr Hussam Abu Safiya
Menhan Israel Targetkan Kekalahan Total Hamas di Jalur Gaza Jelang Pelantikan Presiden AS Terpilih Donald Trump
Presiden Donald Trump Klaim Israel Penjajah Bakal Serahkan Jalur Gaza ke Amerika Serikat
Eks Menhan Israel Yoav Gallant Tuding Netanyahu Lambat Ambil Keputusan soal Invasi Darat Jalur Gaza
Presiden Donald Trump Sebut AS Bakal Beli dan Miliki Jalur Gaza Bak Properti, Ini Tanggapan Hamas