Arab Saudi Kecam Keras Rencana Israel dan AS Pindah Paksa 2 Juta Rakyat Palestina dari Jalur Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 12 Februari 2025 | 20:01 WIB
Kerajaan Arab Saudi kecam keras rencana Israel dan Amerika Serikat (AS) memindahkan rakyat Palestina dari Jalur Gaza. (Instagram.com/@ksa_mofa)
Kerajaan Arab Saudi kecam keras rencana Israel dan Amerika Serikat (AS) memindahkan rakyat Palestina dari Jalur Gaza. (Instagram.com/@ksa_mofa)

Pejabat Saudi telah berulang kali menekankan bahwa resolusi yang komprehensif dan adil untuk masalah Palestina harus didasarkan pada hukum internasional dan kerangka kerja diplomatik yang mapan, termasuk Prakarsa Perdamaian Arab, yang membayangkan apa yang disebut solusi dua negara sebagai landasan perdamaian di Timur Tengah.

Baca Juga: Hari Ketiga Bentrokan di Perbatasan Suriah dan Lebanon, Presiden Joseph Aoun Telepon Ahmad Al Sharaa

Trump mendorong kendali AS atas Gaza

Sebelumnya hari ini, Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan penting dengan Raja Yordania Abdullah II di Gedung Putih, di mana ia menguraikan rencana kontroversial untuk kendali AS atas Gaza.

Selama pertemuan tersebut, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kendali Gaza, membenarkan langkah tersebut dengan menyatakan, "Di bawah otoritas AS".

Ia lebih lanjut menyarankan bahwa warga Palestina 'akan hidup dengan aman di lokasi lain selain Gaza', yang mengisyaratkan kemungkinan pemindahan ke Mesir atau Yordania.

Baca Juga: Tepi Barat Palestina Memanas, Israel Penjajah Bunuh Wanita Hamil 8 Bulan, sang Suami Luka Parah

Usulan tersebut telah memicu kemarahan di seluruh dunia Arab, yang mendorong Mesir untuk menyerukan pertemuan puncak darurat Arab pada tanggal 27 Februari untuk membahas ancaman terhadap keberadaan Palestina.

Raja Yordania Abdullah II, yang saat ini berada di Washington, menegaskan kembali kekhawatiran negaranya atas pemindahan paksa warga Palestina.

"Kita harus menunggu untuk melihat (rencana) dari Mesir," katanya.

Raja Abdullah II juga mengumumkan bahwa Yordania siap menerima 2.000 anak dari Gaza yang sangat membutuhkan bantuan medis, sementara dengan tegas menolak segala upaya untuk mengubah keseimbangan demografi wilayah tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X