Baca Juga: Iran Kecam Pengakuan Terang-terangan Israel soal Pembunuhan Ismail Haniyeh
"Kengerian ini harus diakhiri dan layanan kesehatan harus dilindungi," imbuhnya.
Militer Israel memulai serangan darat baru di Gaza utara pada bulan Oktober dan mengklaim, juga tanpa bukti, bahwa rumah sakit tersebut telah menjadi 'benteng utama bagi organisasi teroris dan terus digunakan sebagai tempat persembunyian bagi para teroris'.
Sebelum melancarkan serangan terbaru terhadap rumah sakit tersebut, militer Israel mengatakan bahwa tentaranya telah 'memfasilitasi evakuasi warga sipil, pasien, dan personel medis secara aman'.
Hamas membantah bahwa para pejuangnya hadir di rumah sakit tersebut, dan mendesak PBB untuk membentuk komite investigasi 'untuk memeriksa skala kejahatan yang dilakukan di Gaza utara'.
Baca Juga: Menhan Israel soal Suriah: Kami Sukses Gulingkan Bashar Al Assad
"Kami dengan tegas membantah adanya aktivitas militer atau pejuang perlawanan di rumah sakit tersebut," kata Hamas dalam sebuah pernyataan.
"Kebohongan musuh tentang rumah sakit tersebut bertujuan untuk membenarkan kejahatan keji yang dilakukan oleh tentara pendudukan hari ini, yang melibatkan evakuasi dan pembakaran semua departemen rumah sakit sebagai bagian dari rencana pemusnahan dan pemindahan paksa," lanjut pernyataan Hamas.***
Artikel Terkait
Presiden Turki Erdogan soal Agresi Israel ke Dataran Tinggi Golan, Sebut Melemahkan Revolusi Suriah
Menhan Israel soal Suriah: Kami Sukses Gulingkan Bashar Al Assad
Iran Kecam Pengakuan Terang-terangan Israel soal Pembunuhan Ismail Haniyeh
Tak Gentar dengan Tekanan Israel dan Barat, Angkatan Bersenjata Yaman Kembali Kirim Rudal Balistik Palestina 2 ke Tel Aviv
Tentara Israel Terbunuh di Jalur Gaza Gegara Coba Maling Layar Plasma