SENAYANPOST - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kutuk keras agresi Israel penjajah terhadap RS Kamal Adwan, satu-satunya fasilitas kesehatan yang berfungsi di Gaza Utara.
WHO mengatakan serangan tersebut adalah 'hukuman mati' bagi ribuan warga Palestina dan menegaskan kengerian ini harus segera diakhiri.
Sebagaimana diketahui, serangan Israel terhadap RS Kamal Adwan pada hari Jumat membuat fasilitas kesehatan utama terakhir di Gaza Utara itu tidak dapat beroperasi.
"Laporan awal menunjukkan bahwa beberapa departemen utama terbakar parah dan hancur selama penyerbuan tersebut," kata WHO dalam sebuah pernyataan pada 27 Desember 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.
Baca Juga: Tentara Israel Terbunuh di Jalur Gaza Gegara Coba Maling Layar Plasma
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah melancarkan penyerbuan terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan karena 'rumah sakit tersebut berfungsi sebagai benteng teroris Hamas', tetapi gagal memberikan bukti.
Hamas mengatakan bahwa mereka dengan tegas membantah klaim tersebut.
Hingga Jumat pagi, rumah sakit tersebut menampung sekitar 350 orang, termasuk 75 pasien, bersama dengan 180 staf medis.
WHO mengatakan 60 petugas kesehatan dan 25 pasien dalam kondisi kritis, termasuk yang menggunakan ventilator, dilaporkan masih dirawat di rumah sakit.
Pasien dalam kondisi sedang hingga parah terpaksa dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia yang hancur dan tidak berfungsi, kata badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa, seraya menambahkan bahwa mereka 'sangat prihatin akan keselamatan mereka'.
WHO menegaskan kembali seruannya untuk gencatan senjata.
"Serangan terhadap Rumah Sakit Kamal Adwan ini terjadi setelah meningkatnya pembatasan akses bagi WHO dan mitra, serta serangan berulang kali terhadap atau di dekat fasilitas tersebut sejak awal Oktober," kata WHO.
"Permusuhan dan serangan tersebut merusak semua upaya dan dukungan kami untuk menjaga fasilitas tersebut tetap berfungsi seminimal mungkin. Pembongkaran sistematis sistem kesehatan di Gaza merupakan hukuman mati bagi puluhan ribu warga Palestina yang membutuhkan layanan kesehatan," lanjutnya.
Artikel Terkait
Presiden Turki Erdogan soal Agresi Israel ke Dataran Tinggi Golan, Sebut Melemahkan Revolusi Suriah
Menhan Israel soal Suriah: Kami Sukses Gulingkan Bashar Al Assad
Iran Kecam Pengakuan Terang-terangan Israel soal Pembunuhan Ismail Haniyeh
Tak Gentar dengan Tekanan Israel dan Barat, Angkatan Bersenjata Yaman Kembali Kirim Rudal Balistik Palestina 2 ke Tel Aviv
Tentara Israel Terbunuh di Jalur Gaza Gegara Coba Maling Layar Plasma