SENAYANPOST - Perwakilan tetap dan Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani sampaikan kecaman terhadap pengakuan terang-terangan Israel soal Pembunuhan Ismail Haniyeh.
Sebagaimana diketahui, Ismail Haniyeh yang saat itu menjabat sebagai Kepala Biro Politik Hamas dibunuh Israel usai menghadiri pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Dalam pernyataannya, Iran juga menegaskan kembali bahwa entitas Israel merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian dan keamanan regional dan global.
"Pengakuan yang berani dan tidak tahu malu atas pembunuhan seorang pemimpin politik di wilayah kedaulatan Negara Anggota PBB ini sekali lagi menggarisbawahi tanggung jawab internasional rezim Israel atas tindakan terorisme dan agresinya," kata Iravani selama sesi PBB pada 25 Desember 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Baca Juga: Menhan Israel soal Suriah: Kami Sukses Gulingkan Bashar Al Assad
"Keheningan Dewan Keamanan yang terus berlanjut, yang dipercayakan dengan tanggung jawab utama untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, tidak hanya akan membuat rezim teroris ini semakin berani melakukan kejahatan yang lebih kejam, tetapi juga merusak prinsip-prinsip inti yang menjadi dasar berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa," tegasnya lebih lanjut.
Menteri Keamanan Israel mengakui 'Israel' berada di balik pembunuhan Haniyeh
Menteri Keamanan Israel Israel Katz, yang berbicara di sebuah acara pada hari Senin, untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa "Israel" bertanggung jawab atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Teheran awal musim panas ini.
Dalam pidatonya, Katz juga mengeluarkan peringatan keras kepada Perlawanan Yaman yang baru-baru ini meluncurkan serangan rudal terhadap "Israel".
Baca Juga: Presiden Turki Erdogan soal Agresi Israel ke Dataran Tinggi Golan, Sebut Melemahkan Revolusi Suriah
"Pada hari-hari ini ketika organisasi teror Houthi menembakkan rudal ke Israel, saya ingin menyampaikan pesan yang jelas kepada mereka: Kami telah mengalahkan Hamas, kami telah mengalahkan Hizbullah, kami telah membutakan sistem pertahanan di Iran, dan merusak sistem produksi (rudal), kami telah menggulingkan rezim Assad di Suriah, kami telah memberikan pukulan berat pada 'poros kejahatan,' dan kami juga akan menyerang keras organisasi teror Houthi di Yaman, yang tetap menjadi satu-satunya yang bertahan," kata Katz.
Sementara "Israel" tidak terlibat langsung dalam jatuhnya pemerintahan al-Assad di Suriah, Katz mencatat bahwa serangan Israel berperan dalam memfasilitasi destabilisasinya.
Ia lebih lanjut memperingatkan Perlawanan Yaman tentang tindakan tertentu.
Artikel Terkait
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Dimakamkan di Doha Qatar
Pernyataan Resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta Terhadap Pembunuhan Ismail Haniyeh
Hamas akan Umumkan Kepala Biro Politik Baru Usai Ismail Haniyeh Gugur Diroket Israel
Iran Kirim Puluhan Rudal Balistik ke Israel Penjajah, Balas Kematian Hassan Nasrallah dan Ismail Haniyeh
Israel Penjajah Akhirnya Akui Jadi Dalang di Balik Pembunuhan Ismail Haniyeh