Tentara Israel Terbunuh di Jalur Gaza Gegara Coba Maling Layar Plasma

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 26 Desember 2024 | 19:01 WIB
Sejumlah tentara Israel terbunuh setelah mencoba mencuri layar plasma atas perintah komandannya di Jalur Gaza. (Twitter.com/@IDF)
Sejumlah tentara Israel terbunuh setelah mencoba mencuri layar plasma atas perintah komandannya di Jalur Gaza. (Twitter.com/@IDF)

SENAYANPOST - Sejumlah tentara Israel (IDF) terbunuh di Jalur Gaza usai melaksanakan perintah sang komandan untuk mencuri layar plasma.

Insiden tersebut tengah diinvestigasi oleh IDF dan menemukan Kolonel Ami Biton terlibat.

Berdasarkan laporan yang tersedia, Ami Biton memerintahkan bawahannya untuk mencuri layar plasma milik warga Gaza.

Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Monitor, seorang koresponden Channel 13 mengungkapkan bahwa penyelidikan internal militer menemukan Kolonel Ami Biton, komandan Brigade Paratroopers, telah memerintahkan tentara untuk mengosongkan rumah yang aman dan mencari lokasi lain setelah menemukan layar plasma di rumah tersebut, yang ingin ia klaim sendiri.

Baca Juga: Tak Gentar dengan Tekanan Israel dan Barat, Angkatan Bersenjata Yaman Kembali Kirim Rudal Balistik Palestina 2 ke Tel Aviv

Koresponden tersebut menambahkan bahwa, meskipun ada argumen dan perlawanan, komandan brigade bersikeras agar pasukan bergerak pada siang hari.

Keputusan ini membuat para tentara menjadi sasaran tembakan perlawanan Palestina, yang mengakibatkan kematian seorang tentara dan cedera pada yang lain.

Malam harinya, komandan brigade tersebut diduga berusaha menutupi insiden tersebut dengan mengarang cerita bahwa para tentara tersebut sedang dalam misi ofensif.

Sementara itu, jajak pendapat Channel 13 menyoroti penurunan signifikan kepercayaan publik Israel terhadap kepemimpinan mereka.

Baca Juga: Iran Kecam Pengakuan Terang-terangan Israel soal Pembunuhan Ismail Haniyeh

Pemerintah hanya menerima persetujuan sebesar 22 persen, dibandingkan dengan 75 persen untuk militer.

Kepala Staf Herzi Halevi mempertahankan kepercayaan 47 persen responden, sementara kepercayaan publik terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu turun menjadi 29 persen, dan Menteri Pertahanan Israel Katz hanya memperoleh dukungan 24 persen.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Monitor

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X