Baca Juga: Bahas Kemerdekaan Palestina Presiden Prabowo Subianto dan Sekjen PBB Bertemu
Dokumen pengadilan mengatakan bahwa informasi yang diambil dari sistem militer Israel dan 'dikeluarkan secara ilegal' mungkin telah merusak kemampuan Israel untuk membebaskan tawanan yang ditahan oleh Hamas di Gaza.
Dokumen yang bocor itu disebut-sebut berisi informasi mengenai rencana mendiang pemimpin Hamas Yahya Sinwar untuk menyelundupkan tawanan Israel keluar dari Jalur Gaza. Pada saat dilaporkan oleh media Inggris dan Jerman, surat kabar Israel melaporkan bahwa tidak ada informasi intelijen semacam itu.
Oposisi Israel menuduh kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membocorkan dokumen palsu untuk menggagalkan perjanjian pertukaran dan menciptakan dalih bagi kehadiran militer Israel yang berkelanjutan di Koridor Philadelphia.***
Artikel Terkait
Mantan Menhan Israel Yoav Gallant Bersikeras Ingin Gencatan Senjata di Gaza, Netanyahu Justru Bilang Begini
Netanyahu Diduga Ubah Notulen Rapat dalam Pembelaan Israel di ICC, Ingin Hapus Bukti Kejahatan Perang?
Eks Menlu Yordania Sebut Solusi Dua Negara Israel dan Palestina Sudah Berakhir, Netanyahu Tak Peduli soal Sandera
Netanyahu Dibayangi Kasus Korupsi, Pengadilan Tinggi Tolak Tunda Persidangan
Kepala Staf Netanyahu Diduga Manipulasi Pembicaraan 7 Oktober 2023