SENAYANPOST - Mantan Menteri Luar Negeri Yordania Marwan Muasher mengaku pesimis terkait solusi dua negara antara Israel dan Palestina.
Sebagaimana diketahui, dunia Arab dan Islam pada umumnya menyerukan solusi dua negara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah tersebut.
Namun, Marwan Muasher berpikir sebaliknya. Ia berpendapat bahwa solusi dua negara sudah berakhir.
"Secara praktis, itu tidak akan terjadi," kata Marwan Muasher pada 9 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari Middle East Eye.
Baca Juga: Gencatan Senjata di Gaza Buntu, Qatar Tangguhkan Upaya Mediasi Israel-Hamas
Muasher yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri Yordania dan membuka kedutaan besar pertama kerajaan itu di Israel pada tahun 1995 dan berbicara tentang solusi dua negara.
Mantan diplomat itu, yang sekarang menjadi wakil presiden bidang studi di Carnegie Endowment for International Peace di Washington, mengatakan solusi itu harus diganti dengan 'pendekatan berbasis hak asasi manusia yang titik tolaknya adalah persamaan hak antara warga Israel dan Palestina'.
"Kemudian orang dapat mulai berbicara tentang bentuk solusi seperti apa yang dapat kita capai. Namun, menurut saya, solusi apa pun yang tidak melibatkan persamaan hak tidak akan berkelanjutan," ujarnya.
Dalam wawancara yang luas, Muasher mengatakan Yordania sangat khawatir bahwa Israel bermaksud memindahkan secara paksa sejumlah besar warga Palestina ke kerajaan tersebut.
Baca Juga: 500 Lebih Akademisi Dukung Penangguhan Keanggotaan Israel di PBB
"Yordania selalu khawatir bahwa tujuan Israel pada akhirnya adalah melakukan pemindahan massal warga Palestina ke luar wilayah Palestina," ungkapnya.
"Sedangkan posisi itu adalah posisi kelompok pinggiran di Israel 30 atau 40 tahun yang lalu, saat ini mereka adalah bagian tak terpisahkan dari pemerintah Israel," tambahnya.
Negara-negara Arab terutama tetangga Israel sangat paham rencana Zionis tersebut untuk membentuk Israel Raya yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat.
"Pemerintah Israel mengatakan setiap hari bahwa yang mereka inginkan adalah negara Israel dari sungai hingga laut, jadi itulah yang benar-benar menjadi kekhawatiran Yordania," tambah Muasher.
Artikel Terkait
Israel Penjajah Sahkan Undang-undang Deportasi, Sasar Rakyat Palestina yang Terlibat Operasi Perlawanan
Bukti Kejahatan Perang, Tentara Israel Tinggalkan Ulasan Google di Tempat-tempat Lebanon yang Dihancurkan
Lontarkan Ucapan Rasis, Suporter Israel Dapat 'Salam Olahraga' dari Warga Lokal Amsterdam
500 Lebih Akademisi Dukung Penangguhan Keanggotaan Israel di PBB
Gencatan Senjata di Gaza Buntu, Qatar Tangguhkan Upaya Mediasi Israel-Hamas