Mantan Menhan Israel Yoav Gallant Bersikeras Ingin Gencatan Senjata di Gaza, Netanyahu Justru Bilang Begini

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Jumat, 8 November 2024 | 15:31 WIB
Menhan Israel Yoav Gallant yang baru-baru ini dipecat Netanyahu ungkap fakta lain terkait gencatan senjata di Gaza. (X.com/@yoavgallant)
Menhan Israel Yoav Gallant yang baru-baru ini dipecat Netanyahu ungkap fakta lain terkait gencatan senjata di Gaza. (X.com/@yoavgallant)

SENAYANPOST - Menteri Pertahanan Israel yang baru dipecat, Yoav Gallant mengatakan bahwa pihaknya ingin segera gencatan senjata di Jalur Gaza setelah hampir 400 hari berperang.

Hal ini disampaikan oleh Gallant tak lama setelah dirinya dipecat oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Gallant diketahui dipecat Netanyahu karena adanya perbedaan pendapat.

Sebelum perang, Netanyahu sempat memecat Gallant namun ditarik lagi menjadi Menhan saat perang meletus pada 7 Oktober 2023.

Baca Juga: Sejak 7 Oktober 2023, Israel Penjajah Jatuhkan 85 Ribu Ton Bom di Jalur Gaza

Bukan tanpa alasan, saat ini Gallant mengatakan bahwa tidak ada lagi yang bisa dilakukan tentara di Gaza.

"Saya dapat memberi tahu Anda apa yang tidak ada, pertimbangan keamanan. Saya dan kepala IDF mengatakan tidak ada alasan keamanan untuk tetap berada di Koridor Philadelphia," kata Yoav Gallant pada 7 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Menurutnya, target militer telah tercapai dan ia merasa khawatir jika tentara ditempatkan terus-menerus di sana.

"Tidak ada lagi yang bisa dilakukan di Gaza. Prestasi besar telah diraih. Saya khawatir kami tetap di sana hanya karena ada keinginan untuk berada di sana," lanjutnya.

Baca Juga: Menangkan Pemilu AS 2024, Ini Sikap Donald Trump soal Israel, Palestina, dan Timur Tengah

Gallant juga dikutip mengatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepadanya bahwa mempertahankan pasukan di Gaza 'adalah pertimbangan diplomatik'.

"Saya katakan kepada Anda bahwa tidak ada pertimbangan diplomatik," kata Gallant kepada keluarga sandera, demikian pernyataan laporan itu.

Kepala pertahanan yang akan lengser, yang dipecat pada hari Selasa oleh Netanyahu, dilaporkan menekankan kepada keluarga bahwa perdana menteri adalah satu-satunya orang 'yang memutuskan apakah akan menyetujui kesepakatan gencatan senjata untuk Gaza'.

Sementara itu, ia bersama dengan otoritas keamanan lainnya, berpendapat bahwa kondisi sudah matang untuk kesepakatan pada bulan Juli.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X