SENAYANPOST - China kembali menjadi tuan rumah bagi pejabat senior Hamas dan Fatah dalam rangka membentuk persatuan nasional Palestina.
Lebih lanjut, pertemuan antara Hamas dan Fatah di China ini untuk menyelesaikan perbedaan antara faksi-faksi Palestina yang tengah bersaing.
Rencananya, China akan mempertemukan Hamas dan Fatah pada pekan depan sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari The Cradle pada 15 Juli 2024.
Di saat yang bersamaan, Israel penjajah terus berusaha mendorong perpecahan di antara keduanya yang merupakan dua partai terbesar Palestina.
Baca Juga: Hamas Bantah Mundur dari Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza, Sebut Netanyahu Halangi Kesepakatan
Fatah yang nasionalis membentuk inti dari Otoritas Palestina (PA), yang telah memberikan keamanan bagi Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak penandatanganan Perjanjian Oslo dengan Israel pada tahun 1993.
Hamas yang berorientasi Islam telah memerintah Gaza sejak 2007 di tengah pengepungan dan blokade Israel.
Rekonsiliasi antara kedua pihak dipandang penting untuk masa depan Gaza pascaperang.
Beijing diketahui berusaha menjadi penengah antara kedua kelompok tersebut selama putaran pertama perundingan di Beijing pada bulan April.
Baca Juga: Hamas Kecam Pernyataan Otoritas Palestina, Tolak Tanggung Jawab Genosida di Gaza
Mousa Abu Marzouk, seorang pejabat senior Hamas, mengatakan bahwa Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas, akan memimpin delegasi kelompok tersebut ke Beijing.
Menurut Azzam Al Ahmad, anggota Komite Sentral Fatah, Fatah akan mengirim tiga pejabat, termasuk Mahmoud Al Aloul, wakil ketua partai ke Beijing.
Menteri luar negeri China, Wang Yi, akan menjadi tuan rumah pertemuan yang mempertemukan Hamas dan Fatah pada 21 Juli dan 23 Juli.
Partai-partai Palestina akan mengadakan pertemuan tambahan tanpa partisipasi China.
Artikel Terkait
Israel Penjajah Caplok Lagi Tepi Barat Palestina, Terbesar dalam 30 Tahun Terakhir
Politbiro Hamas Terima Tokoh Marxisme Palestina
Arab Saudi Dukung Otoritas Palestina Memerintah di Gaza, Hamas Justru Bilang Begini
Bentrokan Sengit Pejuang Palestina dan Israel di Gaza, Masuki Hari ke-275
Hamas Kecam Pernyataan Otoritas Palestina, Tolak Tanggung Jawab Genosida di Gaza