Arab Saudi Dukung Otoritas Palestina Memerintah di Gaza, Hamas Justru Bilang Begini

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 7 Juli 2024 | 16:05 WIB
Pemerintah Arab Saudi mendukung Otoritas Palestina untuk memerintah di Gaza setelah perang, Hamas justru mengatakan hal ini. (X.com/@KSAmofaEN)
Pemerintah Arab Saudi mendukung Otoritas Palestina untuk memerintah di Gaza setelah perang, Hamas justru mengatakan hal ini. (X.com/@KSAmofaEN)
 

SENAYANPOST - Pemerintah Arab Saudi belum lama ini menyatakan akan mendukung Otoritas Palestina untuk memerintah di Gaza usai perang dengan Israel penjajah berakhir.

Pernyataan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan itu menuai pro dan kontra di mana roda pemerintahan Gaza diatur oleh kalangan Hamas.

Hamas pun memberikan tanggapannya terkait rencana Arab Saudi ini.

Berbicara di konferensi Dewan Eropa tentang Hubungan Luar Negeri di Madrid, Pangeran Faisal menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.

Menlu Arab Saudi itu menambahkan bahwa tindakan Israel di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki terus merusak solusi dua negara.

Baca Juga: Berdasarkan Hasil Survei, Media Besar Israel Perkirakan Partai Penguasa Pecah

"Kami menyaksikan tindakan harian di Gaza dan Tepi Barat yang mengancam solusi dua negara," kata Pangeran Faisal bin Farhan pada 5 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari The Cradle.

Dalam kesempatan itu, Pangeran Faisal berterima kasih kepada Spanyol dan negara-negara lain karena mengakui negara Palestina, menyebutnya sebagai 'secercah harapan di tengah terkikisnya solusi dua negara'.

Ia menyatakan bahwa rakyat Palestina berhak atas penentuan nasib sendiri dan negara mereka sendiri.

Lebih lanjut, aa menjelaskan bahwa Otoritas Palestina telah memenuhi tanggung jawab utamanya kepada Israel berdasarkan Perjanjian Oslo, yaitu memberikan keamanan kepada Israel.

Baca Juga: Raja Salman dan Pangeran MBS Kirim Ucapan Selamat kepada Presiden Iran Terpilih

Namun, meskipun demikian, Israel berusaha melemahkan Otoritas Palestina di Tepi Barat sambil memperkuat Hamas di Gaza sebelum dimulainya perang pada 7 Oktober.

Ini adalah bagian dari strategi untuk mencegah persatuan Palestina dan kemajuan menuju pembentukan negara, tambahnya.

Ia juga menyoroti kekhawatirannya bahwa Israel akan meningkatkan perang dengan Hizbullah di Lebanon.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English, The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X