Israel Penjajah Caplok Lagi Tepi Barat Palestina, Terbesar dalam 30 Tahun Terakhir

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Kamis, 4 Juli 2024 | 21:17 WIB
Ilustrasi, Israel penjajah lagi-lagi caplok wilayah Tepi Barat Palestina di tengah agresinya ke Gaza belum lama ini. (Pixabay.com/BruceEmmerling)
Ilustrasi, Israel penjajah lagi-lagi caplok wilayah Tepi Barat Palestina di tengah agresinya ke Gaza belum lama ini. (Pixabay.com/BruceEmmerling)
 

SENAYANPOST - Penjajah Israel lagi-lagi caplok wilayah Tepi Barat Palestina di tengah memanasnya agresi ke Gaza.

Ini adalah pencaplokan terbesar yang dilakukan oleh Israel penjajah dalam 30 tahun terakhir.

Aktivis Peace Now melaporkan bahwa akan ada perampasan lahan seluas 12,7 kilometer persegi di Lembah Jordan, timur laut kota Ramallah di Tepi Barat.

Dengan mengesahkan penyitaan tersebut secara ilegal, Tel Aviv mengizinkan tanah tersebut disewakan kepada warga Israel dan melarang kepemilikan pribadi warga Palestina.

Menurut Peace Now, ini menandai perampasan tunggal terbesar yang disetujui sejak Perjanjian Oslo 1993.

Baca Juga: Bocoran Penguasa Jalur Gaza Palestina Pasca Perang

Langkah tersebut dilakukan setelah penyitaan lahan seluas delapan kilometer persegi di Tepi Barat pada bulan Maret dan 2,6 kilometer persegi pada bulan Februari.

"Tahun 2024 menandai puncak deklarasi tanah negara," kata Peace Now dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari The Cradle pada 4 Juli 2024.

Koresponden Al Jazeera di Tepi Barat, Nida Ibrahim, melaporkan pada Kamis malam bahwa otoritas Israel mengumumkan rencana untuk menyita '1.300 hektar' di desa Aqraba di utara Tepi Barat yang diduduki.

"Tanah-tanah ini dimiliki oleh warga Palestina, dan terletak di Area C. Jika Anda melihat warga Palestina yang tidak dapat membangun, Anda juga melihat warga Israel, yang tidak hanya diizinkan membangun di Area C, tetapi juga diizinkan memperluas wilayah dengan mengorbankan penduduk asli yang tinggal di sana," kata Ibrahim.

Baca Juga: Perlawanan Palestina Masih Kuat, Bentrokan di Rafah dan Shujaiya Tewaskan Sejumlah Tentara Israel

Ia menambahkan bahwa otoritas Israel akan mengadakan pertemuan selama dua hari ke depan untuk 'mengatur dan mengizinkan pembangunan serta mendorong lebih banyak unit untuk dibangun di permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki'.

Perampasan tanah ilegal Israel merupakan ancaman langsung terhadap pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Meskipun permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur ilegal menurut hukum internasional, lebih dari 700.000 pemukim Yahudi menempati lebih dari 200 permukiman dan pos terdepan di seluruh wilayah tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: The Cradle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X