SENAYANPOST – Pada 13 Juni 2024, Politbiro Hamas mengumumkan perpindahan perpindahan kantornya dari Doha ibukota Qatar ke Baghdad ibukota Irak.
Perpindahan kantor Politbiro Hamas tersebut diadakan pesta mengundang Brigade Imam Ali, salah satu kelompok yang dekat dengan Hizbullah di Lebanon.
Sumber Palestina kepada Senayan Post pada Rabu, 3 Juli 2024 kemarin menyampaikan hasil penelusuran Otoritas Palestina diketahui bahwa Hamas membohongi Iran dengan menyewa sebuah gedung di distrik Radwaniyah sebelah barat Bandara Internasional Baghdad Irak yang dicitrakan sebagai kantor Politbiro Hamas.
“Politbiro Hamas tetap mempertahankan kantornya di Doha ibukota Qatar walaupun mendapatkan tekanan dari Qatar dan Turki untuk memindahkannya ke Baghdad ibukota Irak setelah Qatar dan Turki berkoordinasi dengan Iran,” ungkapnya.
Sumber Palestina yang tidak disebutkan namanya ini mengungkapkan bahwa tujuan Kepala Politbiro Hamas Ismail Haniye membohongi Iran dan publik internasional memindahkan kantor Politbiro Hamas ke Baghdad Irak adalahagar Qatar tidak ditekan terus-menerus oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel dan untuk menyenangkan Iran yang berharap pengaruhnya atas Hamas semakin kuat.
“Hamas tetap mencitrakan perpindahan kantor Politbiro Hamas dari Doha Qatar ke Baghdad Irak agar Qatar tidak ditekan oleh Amerika Serikat dan Israel dan untuk menyenangkan Iran yang pengaruhnya masih kuat di Irak,” jelasnya.
Sumber Palestina tersebut menyebutkan bahwa Pemerintah Irak di bawah Perdana Menteri Muhammad Syia Al Sudani tidak berkenan atas keberadaan Hamas di Irak karena Hamas merupakan bagian dari Ikhwanul Muslimin yang akan memperkeruh konflik sektarian di antara komunitas Sunni di Irak.