Bohongi Iran, Politbiro Hamas Tidak Memindahkan Kantornya ke Baghdad Irak

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Kamis, 4 Juli 2024 | 09:37 WIB
Wakil Sekjen Brigade Imam Ali Irak Yaqub Az Zaidi diterima oleh Anggota Biro Hubungan Luar Negeri Hamas Muhammad Al Hafi di kantor Politbiro Hamas di distrik Radwaniyah kota Baghdad ibukota Irak pada 13 Juli 2024 (Mushab Muqoddas)
Wakil Sekjen Brigade Imam Ali Irak Yaqub Az Zaidi diterima oleh Anggota Biro Hubungan Luar Negeri Hamas Muhammad Al Hafi di kantor Politbiro Hamas di distrik Radwaniyah kota Baghdad ibukota Irak pada 13 Juli 2024 (Mushab Muqoddas)

 

SENAYANPOST – Pada 13 Juni 2024, Politbiro Hamas mengumumkan perpindahan perpindahan kantornya dari Doha ibukota Qatar ke Baghdad ibukota Irak.

 

Perpindahan kantor Politbiro Hamas tersebut diadakan pesta mengundang Brigade Imam Ali, salah satu kelompok yang dekat dengan Hizbullah di Lebanon.

 

Sumber Palestina kepada Senayan Post pada Rabu, 3 Juli 2024 kemarin menyampaikan  hasil penelusuran Otoritas Palestina diketahui bahwa Hamas membohongi Iran dengan menyewa sebuah gedung di distrik Radwaniyah sebelah barat Bandara Internasional Baghdad Irak yang dicitrakan sebagai kantor Politbiro Hamas.

 

“Politbiro Hamas tetap mempertahankan kantornya di Doha ibukota Qatar walaupun mendapatkan tekanan dari Qatar dan Turki untuk memindahkannya ke Baghdad ibukota Irak setelah Qatar dan Turki berkoordinasi dengan Iran,” ungkapnya.

 

Sumber Palestina yang tidak disebutkan namanya ini mengungkapkan bahwa tujuan Kepala Politbiro Hamas Ismail Haniye membohongi Iran dan publik internasional memindahkan kantor Politbiro Hamas ke Baghdad Irak adalahagar Qatar tidak ditekan terus-menerus oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel dan untuk menyenangkan Iran yang berharap pengaruhnya atas Hamas semakin kuat.

 

“Hamas tetap mencitrakan perpindahan kantor Politbiro Hamas dari Doha Qatar ke Baghdad Irak agar Qatar tidak ditekan oleh Amerika Serikat dan Israel dan untuk menyenangkan Iran yang pengaruhnya masih kuat di Irak,” jelasnya.

 

Sumber Palestina tersebut menyebutkan bahwa Pemerintah Irak di bawah Perdana Menteri Muhammad Syia Al Sudani tidak berkenan atas keberadaan Hamas di Irak karena Hamas merupakan bagian dari Ikhwanul Muslimin yang akan memperkeruh konflik sektarian di antara komunitas Sunni di Irak.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X