Haaretz mengatakan tentara itu menyebutkan nama yang familiar bagi semua orang di sana, Qadhi, seorang agen Hamas dari wilayah Jabalia, dengan pangkat yang setara dengan komandan kompi. Para pengadu perempuan mengenalinya dari kejauhan.
Peringatan tersebut menyebabkan para pejabat tinggi militer dan intelijen Israel mengadakan pertemuan darurat keesokan paginya, termasuk pertemuan langsung pada pukul 3 pagi yang dihadiri oleh kepala Shin Bet Ronan Bar.
Namun, pimpinan militer tidak memberikan peringatan kepada para tentara tersebut, termasuk banyak perempuan pengadu yang berjaga di pos-pos militer di sepanjang perbatasan Gaza, atau kepada penduduk yang tinggal di pemukiman terdekat (kibbutzim).
Tentara juga tidak mengeluarkan peringatan kepada penyelenggara festival Nova, di mana ribuan pengunjung pesta menikmati sambutan hangat di lokasi dekat perbatasan Gaza dan pangkalan militer Re’im.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Penjajah Israel Tolak Gencatan Senjata dengan Hamas, Rafah Jadi Sorotan
Beberapa jam kemudian, sejumlah besar tentara, pengunjung pesta, dan warga kibbutz terbunuh dalam serangan Hamas tanggal 7 Oktober.
Beberapa dibunuh oleh pejuang Hamas, sementara banyak yang terbunuh oleh tembakan helikopter, tank, dan drone Israel, yang digunakan tentara untuk menanggapi serangan tersebut dan mencegah Hamas membawa tawanan kembali ke Gaza untuk pertukaran tahanan.***
Artikel Terkait
Intelijen Israel Kecolongan Lawan Serangan Tak Terduga Hamas? Ini Kata AM Hendropriyono
AM Hendropriyono Sebut Intelijen Israel Lupakan Hal Ini hingga Dianggap Kecolongan Hamas
AM Hendropriyono soal Konflik Israel-Palestina: Nestapa untuk Intelijen, Tapi Berkah untuk Politik
Warga Israel Nekat Nyamar Jadi Intelijen Shin Bet Sekaligus Curi Senjata di Gaza
Intelijen AS Ungkap Perkiraan Jumlah Korban di Pihak Hamas Selama Perang dengan Israel