SENAYANPOST - Penjajah Israel baru-baru ini menolak gencatan senjata di Gaza setelah Hamas setuju usulan para mediator Qatar dan Mesir pada Senin, 6 Mei 2024.
Sebagaimana diketahui, negosiasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah terjadi dalam empat bulan terakhir ini.
Ternyata ini alasan Israel menolak mentah-mentah gencatan senjata di Gaza setelah Hamas menyetujui proposal terbaru.
Dengan cepat pemerintah Israel mengonfirmasi bahwa gencatan senjata di Gaza bukanlah sesuatu yang akan mereka setujui.
Disaat yang bersamaan, militer Israel langsung menyerbu Rafah, perbatasan antara Palestina dan Mesir.
Baca Juga: AS dan Inggris Desak Hamas Terima Proposal Gencatan Senjata Israel
Di samping itu, Rafah juga memiliki peranan strategis di mana jalur tersebut merupakan tempat masuknya bantuan kemanusiaan dan keluar-masuknya warga Gaza.
Pengamat geopolitik mengamati hal ini melihat penjajah Israel tidak menginginkan sama sekali gencatan senjata permanen.
Hal ini disampaikan oleh Mairav Zonszein, analis senior Israel-Palestina untuk International Crisis Group (ICG).
"Israel ingin memiliki hak untuk melanjutkan operasi di Gaza," kata Mairav Zonszein pada 7 Mei 2024, dikutip SenayanPost.com dari Al Jazeera.
Dia menambahkan bahwa kesepakatan tampaknya tidak mungkin terjadi selama Israel menolak mengakhiri perang untuk selamanya.
"Jika Anda memasuki kesepakatan gencatan senjata, maka Anda (pada akhirnya) memerlukan gencatan senjata," lanjutnya.
Pengeboman Israel di Rafah mempunyai tujuan nyata untuk membubarkan batalyon Hamas dan menguasai jalur penyeberangan Gaza-Mesir, yang Israel tuduh digunakan Hamas untuk menyelundupkan senjata ke wilayah kantong yang terkepung.
Artikel Terkait
200 Hari Genosida di Gaza, AS Sebut Hamas Ubah Tujuan Negosiasi Gencatan Senjata
Hamas Terima Tanggapan Resmi dari Penjajah Israel Terkait Gencatan Senjata di Gaza
205 Hari Genosida di Gaza, Dua Tawanan Hamas Ini Desak Netanyahu Setujui Negosiasi Gencatan Senjata
Hamas Akan Tiba di Mesir Bahas Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza, Rafah Terancam Invasi Penuh Penjajah Israel
AS dan Inggris Desak Hamas Terima Proposal Gencatan Senjata Israel