SENAYANPOST - Penjajah Israel lancarkan serangan ke Rafah, Jalur Gaza bagian selatan usai Hamas setujui gencatan senjata di daerah kantong tersebut.
Serangan penjajah Israel ke Rafah terjadi meskipun ada penolakan keras dari dunia internasional dan Amerika Serikat (AS) terhadap invasi besar-besaran ke kota Gaza selatan.
Pasukan penjajah Israel, IDF dengan cepat mengamankan Rafah dan langsung disambut oleh rentetan serangan dari Perlawanan Palestina.
Diketahui, Rafah merupakan jalur yang menghubungkan Gaza dan Mesir.
Di saat yang bersamaan, PBB mengingatkan akan terhentinya aliran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Baca Juga: Hamas Setuju Gencatan Senjata di Gaza dengan Penjajah Israel, Ini Isinya
Invasi Israel terjadi meskipun negosiasi gencatan senjata sedang berlangsung, serta pernyataan berulang kali dari pemerintahan Presiden AS Joe Biden yang mengatakan bahwa mereka belum melihat penilaian yang kredibel terhadap operasi Israel yang akan meminimalkan kerugian bagi lebih dari satu juta warga Palestina di Rafah.
Pada hari Selasa, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby menggambarkan serangan terhadap Rafah sebagai 'operasi terbatas' dan bahwa ini bukanlah invasi skala penuh seperti yang telah diperingatkan oleh Washington kepada Israel.
Serangan terhadap Rafah dan penolakan Israel terhadap gencatan senjata yang diterima Hamas, juga terjadi beberapa hari setelah pemerintahan Biden menekan kelompok bersenjata Palestina untuk menerima kesepakatan gencatan senjata.
"Tidak ada waktu untuk tawar-menawar lebih lanjut. Kesepakatannya sudah ada," kata Blinken pada tanggal 1 Mei lalu.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Penjajah Israel Tolak Gencatan Senjata dengan Hamas, Rafah Jadi Sorotan
Blinken mengatakan bahwa Israel membuat kompromi yang 'sangat penting' dalam upaya gencatan senjata dan kini kendali berada di tangan Hamas.
Blinken menggambarkan kesepakatan itu sebagai 'kemurahan hati yang luar biasa dari pihak Israel'.
Setelah Hamas menerima proposal gencatan senjata pada hari Senin, PBB dan beberapa negara di kawasan menyambut baik keputusan tersebut dan meminta Israel untuk membalas dan menerima penghentian pertempuran.
Artikel Terkait
Hamas Akan Tiba di Mesir Bahas Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza, Rafah Terancam Invasi Penuh Penjajah Israel
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich Ancam Gulingkan Netanyahu Jika Lakukan Dua Hal Ini
AS dan Inggris Desak Hamas Terima Proposal Gencatan Senjata Israel
Ternyata Ini Alasan Penjajah Israel Tolak Gencatan Senjata dengan Hamas, Rafah Jadi Sorotan
Hamas Setuju Gencatan Senjata di Gaza dengan Penjajah Israel, Ini Isinya