Israel Serang Rafah, Tuduh AS Lakukan Hal Ini Usai Hamas Setuju Gencatan Senjata di Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 8 Mei 2024 | 18:18 WIB
Penjajah Israel berang dengan AS setelah Hamas setujui upaya gencatan senjata di Gaza belum lama ini. (Twitter.com/@IsraeliPM)
Penjajah Israel berang dengan AS setelah Hamas setujui upaya gencatan senjata di Gaza belum lama ini. (Twitter.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Penjajah Israel lancarkan serangan ke Rafah, Jalur Gaza bagian selatan usai Hamas setujui gencatan senjata di daerah kantong tersebut.

Serangan penjajah Israel ke Rafah terjadi meskipun ada penolakan keras dari dunia internasional dan Amerika Serikat (AS) terhadap invasi besar-besaran ke kota Gaza selatan.

Pasukan penjajah Israel, IDF dengan cepat mengamankan Rafah dan langsung disambut oleh rentetan serangan dari Perlawanan Palestina.

Diketahui, Rafah merupakan jalur yang menghubungkan Gaza dan Mesir.

Di saat yang bersamaan, PBB mengingatkan akan terhentinya aliran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Baca Juga: Hamas Setuju Gencatan Senjata di Gaza dengan Penjajah Israel, Ini Isinya

Invasi Israel terjadi meskipun negosiasi gencatan senjata sedang berlangsung, serta pernyataan berulang kali dari pemerintahan Presiden AS Joe Biden yang mengatakan bahwa mereka belum melihat penilaian yang kredibel terhadap operasi Israel yang akan meminimalkan kerugian bagi lebih dari satu juta warga Palestina di Rafah.

Pada hari Selasa, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby menggambarkan serangan terhadap Rafah sebagai 'operasi terbatas' dan bahwa ini bukanlah invasi skala penuh seperti yang telah diperingatkan oleh Washington kepada Israel.

Serangan terhadap Rafah dan penolakan Israel terhadap gencatan senjata yang diterima Hamas, juga terjadi beberapa hari setelah pemerintahan Biden menekan kelompok bersenjata Palestina untuk menerima kesepakatan gencatan senjata.

"Tidak ada waktu untuk tawar-menawar lebih lanjut. Kesepakatannya sudah ada," kata Blinken pada tanggal 1 Mei lalu.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Penjajah Israel Tolak Gencatan Senjata dengan Hamas, Rafah Jadi Sorotan

Blinken mengatakan bahwa Israel membuat kompromi yang 'sangat penting' dalam upaya gencatan senjata dan kini kendali berada di tangan Hamas.

Blinken menggambarkan kesepakatan itu sebagai 'kemurahan hati yang luar biasa dari pihak Israel'.

Setelah Hamas menerima proposal gencatan senjata pada hari Senin, PBB dan beberapa negara di kawasan menyambut baik keputusan tersebut dan meminta Israel untuk membalas dan menerima penghentian pertempuran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Middle East Eye

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X