Seminggu ICJ Keluarkan Perintah, Netanyahu Sulit Redam Pernyataan Genosida dari Kabinetnya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 3 Februari 2024 | 15:36 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kesulitan meredam pernyataan genosida dari anggota kabinetnya setelah seminggu perintah ICJ. (Twitter.com/@IsraeliPM)
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu kesulitan meredam pernyataan genosida dari anggota kabinetnya setelah seminggu perintah ICJ. (Twitter.com/@IsraeliPM)

SENAYANPOST - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu nampaknya kesulitan untuk meredam pernyataan-pernyataan kontroversial anggota kabinetnya terkait genosida, usai Mahkamah Internasional (ICJ) meminta negara Zionis itu untuk mencegah terjadinya kejahatan tersebut di Gaza, Palestina.

Meskipun ICJ sudah memerintahkan Israel untuk mencegah terjadinya genosida di Gaza, nampaknya anggota kabinet Netanyahu tak bergeming dan terus-menerus mengeluarkan pernyataan yang provokatif.

Terbaru, sepertiga anggota kabinet berencana untuk menduduki Gaza dan dikecam oleh Amerika Serikat (AS) dan Prancis.

Di antara menteri kabinet yang berencana untuk menduduki Gaza adalah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.

Baca Juga: Empat Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina Kena Sanksi AS, Ini Tanggapan Netanyahu

Sebelum sidang ICJ beberapa waktu lalu, Netanyahu memperingatkan para ekstremis dalam koalisinya untuk berhati-hati.

Menurutnya, setiap kata memiliki makna ketika berhubungan dengan diplomasi.

Meskipun ada seruan untuk berhati-hati, Menteri Gideon Sa’ar secara terbuka menyatakan bahwa Gaza harus menjadi lebih kecil setelah perang, dan mereka yang memulai perang melawan Israel pasti akan kehilangan wilayahnya.

Menteri Kebudayaan, Amichai Eliyahu selanjutnya memicu kemarahan internasional dengan memikirkan penggunaan bom nuklir di Gaza, yang kemudian mengklaim bahwa hal itu hanya bersifat kiasan.

Setelah dakwaan menyimpulkan bahwa Israel memang terlibat dalam tindakan genosida, Ben Gvir mengutuk keputusan pengadilan tersebut sebagai antisemit.

Baca Juga: 120 Hari Perang, Hamas dan Jihad Islam Palestina Bahas Operasi Badai Al Aqsa

Sementara Netanyahu sendiri menyebut tuduhan tersebut tidak benar dan keterlaluan.

Laporan tersebut menyatakan bahwa Netanyahu saat ini dihadapkan pada tantangan serius menjelang sidang berikutnya.

Masalah utamanya adalah ketidakmampuannya untuk membungkam suara-suara genosida di dalam Kabinetnya, menurut laporan Politico sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen English

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X