Baca Juga: Jonathan Majors Resmi Dipecat Marvel Studios, Bagaimana Kelanjutan MCU?
"Saluran air internasional yang berbatasan dengan Yaman aman dan tidak mengalami masalah keamanan atau militer apa pun," tambahnya.
"Angkatan Bersenjata dan Angkatan Laut Yaman telah berulang kali mengatakan bahwa perairan yang berbatasan dengan Yaman aman, dan tidak ada kapal selain yang menuju Israel atau kapal Israel yang menjadi sasaran," tegasnya.
Dia menambahkan bahwa koalisi tersebut tidak dapat diterima atau digunakan untuk mendukung agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap Palestina, mengingat tidak ada negara anggota yang memiliki perbatasan maritim di Laut Merah.
Abdel Salam kemudian menekankan bahwa pembentukan koalisi tidak akan mengganggu operasi Yaman.
Baca Juga: Kejutan untuk Nakama, Remake Anime The One Piece Bisa Perbaiki Satu Kesalahan Terbesar Ini
"Fregat AS, Perancis, dan Inggris serta pangkalan militer di tepi lain Laut Merah tidak dapat menghentikan operasi Yaman yang dilakukan untuk mendukung Gaza," ujarnya.
Sejauh ini, katanya, semua negara Afrika dan Arab yang menghadap ke Laut Merah telah menerima berita positif tentang pembentukan koalisi, dan memperingatkan pihak-pihak yang tergabung dalam koalisi agar tidak membuat kesalahan dengan menyerang Yaman dan memperluas konflik.
"baik Israel, Amerika, atau kolektif Barat tidak akan mampu menghadapi dampak dari tindakan mereka," kata Abdel Salam.***
Artikel Terkait
Houthi Yaman Serang Kapal Kontainer Maersk di Laut Merah, Perusahaan Asal Denmark Justru Bilang Begini
Lagi, Kapal Kontainer Asing Diserang Proyektil Houthi Yaman di Laut Merah
Buntut Serangan Houthi Yaman, Perusahaan Kapal Kontainer Ini Tunda Pelayaran Lewat Laut Merah
Houthi Yaman Kembali Serang Dua Kapal Kontainer di Laut Merah
AS Pimpin 10 Negara Amankan Laut Merah Buntut Serangan Houthi Yaman