Houthi Yaman Ajukan Syarat Pembebasan Kapal Kontainer di Laut Merah Usai AS Bentuk Operasi Militer

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 20 Desember 2023 | 11:16 WIB
Ilustrasi, Kelompok Houthi Yaman menjelaskan bahwa mereka tidak akan melepaskan kapal kontainer yang ditahan di Laut Merah kecuali penuhi syarat ini. (Pexels.com/Martin Damboldt)
Ilustrasi, Kelompok Houthi Yaman menjelaskan bahwa mereka tidak akan melepaskan kapal kontainer yang ditahan di Laut Merah kecuali penuhi syarat ini. (Pexels.com/Martin Damboldt)

SENAYANPOST - Pejabat Houthi Yaman baru-baru ini ajukan syarat terkait banyaknya kapal kontainer yang ditahan di Laut Merah di tengah agresi Israel ke Palestina.

Dalam sebuah wawancara ekslusif, juru bicara Houthi, Mohammed Abdel Salam menyampaikan syarat khusus jika Laut Merah ingin dibuka lagi seperti biasanya.

Houthi dengan tegas menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan dan medis harus masuk ke Gaza jika ingin Laut Merah bebas ancaman.

Secara penuh, Yaman mendukung Palestina yang kini dijajah oleh Israel.

Baca Juga: Full Spoiler One Piece 1102: Kilas Balik Kuma Berakhir, Detik-detik Bonney Putuskan Jadi Bajak Laut

"Mendukung Palestina yang diduduki. Kami tidak berbagi perbatasan darat dan kami tidak dapat terlibat dalam konfrontasi darat, kami tidak memiliki kemampuan selain berpartisipasi dengan meluncurkan rudal dan drone serta melakukan operasi angkatan laut," kata Abdel Salam pada 19 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen TV.

Abdel Salam juga mengungkapkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman tidak akan menahan diri dan bahwa eskalasi yang terjadi mungkin akan meningkat tergantung pada situasi di lapangan mengingat semua tantangan yang dihadapi rakyat Palestina.

"Agresi brutal Israel di Gaza dan pendudukan bersejarah atas Palestina yang diduduki memerlukan dukungan rakyat yang luas, bukan hanya dukungan dari Yaman, dari seluruh masyarakat Islam dan Arab serta semua masyarakat bebas di dunia," kata juru bicara Ansar Allah itu.

AS Luncurkan Operasi Militer di Laut Merah

Baca Juga: Profil Yahya Sinwar, Salah Satu Pimpinan Hamas di Balik Operasi Badai Al Aqsa

Menanggapi operasi yang dilakukan oleh rakyat Yaman untuk mendukung Palestina dan rakyat Gaza, militer Amerika Serikat meluncurkan koalisi baru di Laut Merah yang disebut Operasi Penjaga Kemakmuran, dengan tujuan mengamankan jalur perdagangan maritim.

Inggris, Bahrain, Kanada, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, Seychelles, dan Spanyol akan menjadi beberapa negara yang bekerja sama dengan Pentagon di bawah koalisi.

Hal ini memicu spekulasi bahwa AS bertujuan untuk mengubah Laut Merah menjadi zona perang untuk melindungi kepentingan Israel daripada sekadar 'menjaga jalur air strategis tetap aman' seperti yang diklaim oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.

"Koalisi ini bertujuan untuk melindungi Israel, bukan untuk melindungi jalur perairan internasional… Ini tidak bisa disebut sebagai koalisi, pada kenyataannya ini adalah sebuah blok yang lemah dan sudah mati," lanjut Abdel Salam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Al Mayadeen TV

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X