Kelompok pejuang Palestina itu juga menuding Biden dan Blinken menjadi juru bicara propaganda Israel.
Baca Juga: Qatar Sebut Negosiasi Israel dan Hamas Masih Berlangsung
"Penjahat perang Biden dan Blinken, dengan kebijakan yang bias dan kemitraan dengan pendudukan dalam agresinya, bertindak sebagai juru bicara aparat propaganda gelap Zionis," terangnya.
"Yang berbohong dan menghasut kejahatan genosida, pembersihan etnis, dan pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak yang telah terungkap ke dunia," tutupnya.
AS Kirim Penghancur Bunker ke Israel
Baca Juga: Qatar Sebut Negosiasi Israel dan Hamas Masih Berlangsung
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Al Jazeera, AS telah memberikan apa yang disebut bom 'penghancur bunker' dan serangkaian amunisi lainnya kepada Israel untuk perangnya di Gaza, menurut laporan The Wall Street Journal.
Washington telah mengirimkan 100 bom BLU-109 ke Israel yang dimaksudkan untuk menembus bangunan yang kokoh sebelum meledak, kata laporan itu, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Bom tersebut membawa hulu ledak dengan berat lebih dari 900 kilogram dan sebelumnya telah digunakan oleh AS dalam konflik termasuk perang di Afghanistan.
Baca Juga: Seminggu Gencatan Senjata, Tentara Israel Kembali Bombardir Gaza
Ini bukan satu-satunya jenis amunisi yang diberikan AS kepada Israel untuk perang di wilayah kantong yang terkepung, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 15.000 warga Palestina, termasuk setidaknya 6.150 anak-anak.
Serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober yang memulai perang menewaskan 1.200 orang.
Berbeda dengan pembaruan senjata yang rutin dilakukan AS mengenai perang di Ukraina, Pentagon sebagian besar tetap bungkam mengenai tingkat dukungan senjatanya kepada Israel di tengah kecaman internasional atas operasi militer Israel di Gaza.***
Artikel Terkait
Viral di Media Sosial, Ini Profil Abu Ubaidah Juru Bicara Brigade Al Qassam Hamas
Petinggi Hamas Sebut Perjanjian Gencatan Senjata dengan Israel Hampir Rampung
Qatar Sebut Negosiasi Israel dan Hamas Masih Berlangsung
AS Tuding Hamas Atas Serangan di Yerusalem, Senator Partai Demokrat Justru Bilang Begini
Israel Kecolongan atau Salah Perhitungan? Terungkap Rencana Hamas 'Tembok Jericho' Satu Tahun Lalu