Israel Kecolongan atau Salah Perhitungan? Terungkap Rencana Hamas 'Tembok Jericho' Satu Tahun Lalu

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 2 Desember 2023 | 15:49 WIB
Sebuah dokumen mengungkap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan diketahui Israel setahun yang lalu belum lama ini. (Pexels.com/Karolina Grabowska)
Sebuah dokumen mengungkap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan diketahui Israel setahun yang lalu belum lama ini. (Pexels.com/Karolina Grabowska)

SENAYANPOST - Serangan Hamas kelompok militan Palestina pada 7 Oktober ternyata sudah diketahui Israel setahun yang lalu terungkap dalam sebuah dokumen bernama Tembok Jericho.

Dalam dokumen setebal 40 halaman dengan sandi Tembok Jericho itu, pihak berwenang Israel menguraikan poin demi poin, jenis invasi dahsyat yang menyebabkan 1.200 orang meninggal dunia.

Entah kecolongan atau salah perhitungan, serangan Hamas ke Israel bisa dibilang adalah salah satu tragedi terburuk bagi negara tetangga Palestina itu.

Dokumen yang diterjemahkan, yang ditinjau oleh The New York Times, tidak menetapkan tanggal serangan tersebut, namun menggambarkan serangan metodis yang dirancang untuk menguasai benteng di sekitar Jalur Gaza, mengambil alih kota-kota Israel dan menyerbu pangkalan militer utama, termasuk sebuah divisi markas besar.

Baca Juga: Diplomat Israel Sebut PBB Antisemit, Buntut Iran Terpilih Jadi Ketua Forum Sosial: 100 Persen Bias!

Hamas mengikuti cetak biru tersebut dengan ketepatan yang mengejutkan.

Dokumen tersebut menyerukan rentetan roket pada awal serangan, drone untuk melumpuhkan kamera keamanan dan senapan mesin otomatis di sepanjang perbatasan, dan orang-orang bersenjata untuk masuk ke Israel secara massal dengan paralayang, sepeda motor, dan berjalan kaki, semuanya terjadi pada 7 Oktober.

Rencana tersebut juga mencakup rincian tentang lokasi dan jumlah pasukan militer Israel, pusat komunikasi dan informasi sensitif lainnya, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Hamas mengumpulkan intelijennya dan apakah ada kebocoran di dalam lembaga keamanan Israel.

Dokumen tersebut beredar luas di kalangan pemimpin militer dan intelijen Israel, namun para ahli menetapkan bahwa serangan sebesar dan ambisi tersebut berada di luar kemampuan Hamas, menurut dokumen dan pejabat.

Baca Juga: AS Tuding Hamas Atas Serangan di Yerusalem, Senator Partai Demokrat Justru Bilang Begini

Tidak jelas apakah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atau para pemimpin politik terkemuka lainnya juga melihat dokumen tersebut.

Tahun lalu, tak lama setelah dokumen tersebut diperoleh, para pejabat di divisi militer Israel di Gaza, yang bertanggung jawab mempertahankan perbatasan dengan Gaza, mengatakan bahwa niat Hamas tidak jelas.

"Masih belum mungkin untuk menentukan apakah rencana tersebut telah diterima sepenuhnya dan bagaimana rencana tersebut akan diwujudkan," demikian bunyi penilaian militer yang ditinjau sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari New York Times.

Kemudian, pada bulan Juli, hanya tiga bulan sebelum serangan, seorang analis veteran di Unit 8200, badan intelijen sinyal Israel, memperingatkan bahwa Hamas telah melakukan latihan intensif sepanjang hari yang tampaknya serupa dengan apa yang diuraikan dalam cetak biru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: New York Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X