SENAYANPOST - Qatar yang menjadi mediator antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas ungkap negosiasi masih berlangsung di antara keduanya.
Lebih lanjut, Qatar mengemukakan bahwa serangan tentara Israel di Gaza baru-baru ini telah memperumit masalah negosiasi dengan Hamas.
Di saat yang bersamaan, tentara Israel tampaknya tak bergeming dan terus menggempur Gaza untuk menghabisi Hamas belum lama ini.
Baca Juga: Seminggu Gencatan Senjata, Tentara Israel Kembali Bombardir Gaza
Seorang pejabat Israel di Washington mengatakan pembebasan sandera sebanyak mungkin merupakan 'prioritas yang sangat tinggi'.
"Dan untuk itu, berdasarkan ketentuan yang disepakati, Israel bersedia memberikan jeda tambahan," kata pejabat itu pada 2 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Menurutnya, negosiasi masih bisa berjalan di tengah situasi perang ini.
Baca Juga: حوار خاص : الرئيس المخابرات الأسبق : آمل أن يتمكنا من التوحيد لقيادة أمتنا
"Kita bisa bernegosiasi selagi kita masih berperang," imbuhnya.
Di utara Gaza, yang sebelumnya merupakan zona perang utama, asap tebal membubung di atas reruntuhan.
Suara tembakan dan ledakan terdengar di atas suara gonggongan anjing.
Baca Juga: WAWANCARA EKSKLUSIF : AM Hendropriyono Terus Dorong Persatuan Kaum Nasionalis
Warga dan pejabat Hamas mengatakan para pejuangnya yang bersenjatakan granat berpeluncur roket melawan pasukan dan tank Israel di lingkungan Sheikh Radwan di utara Kota Gaza.
Sirene terdengar di seluruh Israel selatan ketika para militan menembakkan roket dari daerah kantong pesisir tersebut ke kota-kota.
Artikel Terkait
Hamas Bebaskan 2 Warga AS, PM Israel Tegaskan Pasukannya untuk Lakukan Hal Ini
Jelang KTT Luar Biasa OKI, Hamas : Jalur Gaza Perlu USD 3 Milyar untuk Rekonstruksi
Tentara Israel Klaim Temukan Terowongan Bawah Tanah Hamas di RS Al Shifa
Viral di Media Sosial, Ini Profil Abu Ubaidah Juru Bicara Brigade Al Qassam Hamas
Petinggi Hamas Sebut Perjanjian Gencatan Senjata dengan Israel Hampir Rampung