Seminggu Gencatan Senjata, Tentara Israel Kembali Bombardir Gaza

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 2 Desember 2023 | 11:11 WIB
Ilustrasi, Tentara Israel baru-baru ini meluncurkan serangan ke daerah Gaza Palestina setelah seminggu gencatan senjata dengan Hamas. (Pixabay.com)
Ilustrasi, Tentara Israel baru-baru ini meluncurkan serangan ke daerah Gaza Palestina setelah seminggu gencatan senjata dengan Hamas. (Pixabay.com)

SENAYANPOST - Tentara Israel atau IDF kembali lancarkan serangan ke daerah Gaza, Palestina setelah sebelumnya gencatan senjata seminggu dengan kelompok Hamas.

Sebelumnya, tentara Israel dan Hamas berencana untuk memperpanjang gencatan senjata namun gagal menemui kesepakatan.

Usai gencatan senjata di Gaza, Khan Younis menjadi target bombardir tentara Israel dan menyebabkan ratusan orang korban jiwa.

Baca Juga: حوار خاص : الرئيس المخابرات الأسبق : آمل أن يتمكنا من التوحيد لقيادة أمتنا

Diketahui, gencatan senjata berakhir pada Jumat, 1 Desember 2023 pukul 07.00 waktu setempat, terlihat asap membumbung ke langit.

Warga turun ke jalan dengan barang-barang yang ditumpuk di gerobak, mencari perlindungan lebih jauh ke barat.

Israel mengatakan pasukan darat, udara dan lautnya menyerang lebih dari 200 'target teror' di Gaza.

Baca Juga: WAWANCARA EKSKLUSIF : AM Hendropriyono Terus Dorong Persatuan Kaum Nasionalis

Pada Jumat malam, pejabat kesehatan di jalur pantai mengatakan serangan Israel telah menewaskan 184 orang, melukai sedikitnya 589 lainnya, dan menghantam lebih dari 20 rumah.

Kedua pihak yang bertikai saling menyalahkan atas gagalnya gencatan senjata dengan menolak persyaratan perpanjangan pembebasan sandera harian yang disandera oleh militan dengan imbalan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

PBB mengatakan pertempuran itu akan memperburuk keadaan darurat kemanusiaan yang ekstrem.

Baca Juga: Opini: Ekonomi Indonesia Sentris dan Keadilan Ekonomi

"Neraka di Bumi telah kembali ke Gaza," kata Jens Laerke, juru bicara kantor kemanusiaan PBB di Jenewa pada 2 Desember 2023, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.

"Hari ini, dalam hitungan jam, banyak orang dilaporkan tewas dan terluka. Banyak keluarga diminta untuk mengungsi lagi. Harapan pupus," kata kepala bantuan PBB Martin Griffiths.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X