Diketahui, Israel sering dianggap 'bersembunyi' di balik propaganda antisemit untuk membenarkan pembantaian yang dilakukannya di Palestina.
Baca Juga: حوار خاص : الرئيس المخابرات الأسبق : آمل أن يتمكنا من التوحيد لقيادة أمتنا
Sejumlah pengamat juga menilai Israel juga melancarkan politik apartheid di Palestina.
Erdan juga menambahkan bahwa Iran juga memboikot produk-produk Israel secara terang-terangan.
"Prasangka yang sudah ada sebelumnya dari para Komisaris terhadap Israel sangat jelas: mereka telah menyangkal hak Israel untuk menjadi anggota PBB, mereka telah meremehkan definisi antisemitisme yang berlaku, dan mereka mendukung boikot terhadap Israel," ungkapnya.
Baca Juga: Opini: Ekonomi Indonesia Sentris dan Keadilan Ekonomi
Erdan dalam pernyataannya menegaskan bahwa Israel tidak akan kooperatif jika Iran adalah ketuanya untuk mengungkap kasus ini.
"Israel tidak akan bekerja sama dengan cara apa pun dengan badan yang diskriminatif dan antisemitisme tersebut," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Alasan Tentara Israel Targetkan Rumah Sakit di Gaza, Ini Analisis Pengamat
Petinggi Hamas Sebut Perjanjian Gencatan Senjata dengan Israel Hampir Rampung
Opini: Kapan Israel Diadili Mahkamah Pidana Internasional?
Seminggu Gencatan Senjata, Tentara Israel Kembali Bombardir Gaza
Qatar Sebut Negosiasi Israel dan Hamas Masih Berlangsung