Opini: Kapan Israel Diadili Mahkamah Pidana Internasional?

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Selasa, 28 November 2023 | 21:03 WIB
Amidhan Shaberah
Amidhan Shaberah

Oleh: K.H. Dr. Amidhan Shaberah, Ketua MUI 1995-2015/Komnas HAM 2002-2007

SENAYANPOST - Kebrutalan Israel dalam perang melawan Hamas di Gaza, Palestina membuka mata dunia.

Israel dengan kekuatan militer penuh yang dibantu Amerika dan Inggris, memporak-porandakan Gaza tanpa sedikit pun menghormati HAM dan etika perang.

Rumah sakit, tempat ibadah, sekolah, dan fasilitas umum milik Palestina dihancurkan Israel. Warga sipil, orang tua, anak-anak, dan perempuan hamil di Gaza tetap dibantai tentara zionis.

Dunia memprotes kebrutalan tentara Israel terhadap penduduk Gaza. Tapi militer Israel tetap berupaya melumpuhkan Gaza tanpa surut sedikit pun.

Baca Juga: 8 Simbol Perjuangan Rakyat Palestina Beserta Artinya, Nomor 4 Jarang Banyak yang Tahu!

Bagi Israel, hampir semua warga Gaza, dianggap pengikut Hamas dan sekutunya yang harus dihancurkan. Dampaknya, puluhan ribu warga Palestina tewas.

Berdasarkan analisis citra satelit, Corey Scher dari City University of New York Graduate Center, New York, dan Jamon van den Hoek dari Oregon State University AS, 27-35 persen bangunan di Gaza utara hancur. Adapun kondisi seluruh wilayah Gaza tak jauh berbeda, diperkirakan 38.000- 51.500 bangunan porak poranda. Saat ini, kondisinya lebih parah lagi.

Tentara Israel menyasar semua gedung, termasuk rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum. Mereka menuduh Hamas membangun sarang dan kanal di bawah bangunan seperti Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza dan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan bahwa, sejak perang meletus, 7 Oktober, operasi militer Israel di Gaza sudah memasuki hari ke-52, dan korban tewas telah mencapai 14.800 jiwa.

Baca Juga: Hasil Pertemuan Jokowi dan Joe Biden soal Israel dan Palestina, Menlu Retno Sampaikan 3 Hal Ini

Retno mengatakan bahwa dari 14.800 korban jiwa di Gaza, 10.000 di antaranya atau 68% korban jiwa adalah anak-anak dan perempuan. Sedangkan jumlah korban luka mencapai 36.000 orang, sebagian besar juga anak-anak dan perempuan.

Di samping korban jiwa yang sangat banyak, kerusakan infrastruktur di Palestina juga sangat parah.
Sekitar 60% perumahan di Jalur Gaza tidak dapat lagi ditinggali. Tercatat hampir 1,7 juta orang atau 80% populasi di Gaza dinyatakan mengungsi dari rumahnya.

Menurut Menlu Retno, konflik Hamas Israel ini adalah perang terbesar sejak tahun 1948 -- saat mana terjadi perang besar-besaran antara negara-negara Arab dan Israel.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sebanyak 335 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Palestina dilakukan oleh Israel sejak 7 Oktober 2023. Meliputi 165 serangan ke Gaza dan 171 serangan ke Tepi Barat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X