Ternyata langkah BRICS mendapat sambutan luas. Beberapa negara tertarik untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS, seperti negara Malaysia, Iran, Indonesia, Arab Saudi dan Prancis.
Baca Juga: Berkah Temboro, Kafe Instagrameble di Madinah van Java
Berdasarkan laporan Watcher News, kini PDB dari anggota BRICS dan mata uang potensial mereka menjadi ancaman besar baru bagi dominasi dolar AS. Diketahui, PDB dari gabungan anggota BRICS telah mengalahkan PDB dari gabungan anggota G7.
Sekadar informasi, anggota G7 adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Kanada, dan Italia.
Anggota BRICS saat ini memiliki 41 persen dari total populasi dunia, dan menyumbang sekitar 16 persen dari perdagangan internasional. Sementara, 31,5 persen PDB global berasal dari BRICS, jauh lebih tinggi dari G7, 30,7 persen.
Ke depan, peran BRICS akan makin besar karena adanya Cina dan India, dua negara raksasa dengan penduduk di atas satu milyar (Cina 1,412 miliar dan India 1,408 milyar), yang secara niscaya akan menjadi pasar besar dalam perdagangan internasional.
Baca Juga: Pyo Ye Jin Blak-blakan Ungkap Tipe Pria Idaman di Acara My Little Old Boy, Lee Je Hoon Orangnya?
Melihat kekuatan global ekonomi BRICS dan motifnya yang jelas untuk mengurangi ketergantungan pada USD, hal tersebut dipandang positif terhadap kemandirian suatu negara.
Sejarah mencatat, banyak negara yang tak disukai Barat (karena perbedaan visi politik) dihancurkan ekonominya dengan 'senjata dolar'. Salah satunya Indonesia di tahun 1998.
Sekarang, seperti dinyatakan Presiden Joko Widodo, dunia harus punya mata uang global alternatif selain USD.
Ini penting untuk mengelola keseimbangan ekonomi dan politik internasional. Memperkecil hegemoni dolar di kancah ekonomi global, ujar Presiden Lula da Silva adalah sebuah upaya untuk menegakkan kedaulatan dan keadilan negara-negara di seluruh dunia.***
Artikel Terkait
Opini: Olahraga Sepakbola dan Olahseni Politik
Opini: Ida Dayak dan Cinta Tuhan
Opini: Buya Syafii dan Mbah Moen
Opini: AM Hendropriyono Bicara soal Taman Sekar Wijaya Kusuma hingga Urgensi Aksara Nusantara
Opini: Redupnya Adidaya Paman Sam