Pihaknya sudah menginstruksikan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea cukai (DJBC) untuk melakukan tindak lanjut terhadap surat tersebut.
Baca Juga: Segini Uang yang Dikeluarkan Pemerintah untuk Subsidi Motor Listrik
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 15 individu dan entitas yang menyangkut surat dengan nilai transaksi mencurigakan sebesar Rp189,27 triliun sepanjang 2017-2019.
15 entitas tersebut melakukan kegiatan ekspor, impor, emas batangan dan perhiasan, dan money laundry changer.
Sri Mulyani mengungkapkan pihaknya tidak akan berhenti untuk menelusuri transaksi mencurigakan ini.
Baca Juga: 3 Hari setelah ICC Kirim Surat Penangkapan Vladimir Putin, Rusia Ancam Balik Rudal Hipersonik
Ini akan menjadi momen Kemenkeu untuk bersih-bersih setelah kasus Rafael Alun Trisambodo mencuat ke publik.
"Kemenkeu tidak akan berhenti bahkan kami minta secara proaktif PPATK untuk menjalankan tugas menjaga keuangan negara," ujarnya.
Sri Mulyani mengungkapkan bahwa Kemenkeu dan PPATK bekerja sama untuk mengungkap hal ini pada publik.
Baca Juga: Cara Tambah Saldo e-Money untuk Membayar Jalan Tol dengan Teknologi NFC pada Handphone
"Dalam hal ini, sebagian surat dair PPATK adalah surat yang kami mintakan, jadi kami yang aktif," jelasnya.
"Sebagian lagi disampaikan oleh PPATK," pungkas Sri Mulyani terkait transaksi mencurigakan sebesar Rp349 triliun.***
Artikel Terkait
Mahfud MD Sebut Ada Transaksi Mencurigakan Rp300 Triliun, Begini Tanggapan Kemenkeu
Viral Pegawai Bea Cukai Makassar Diduga Pamer Harta Kekayaan di Medsos, Kemenkeu Panggil Andhi Pramono
Mahfud MD Ungkap Asal Mula Transaksi Rp300 Triliun di Kemenkeu, Sebut Ada 160 Laporan Lebih
Kemenkeu Diterpa Isu Tak Sedap, Mahfud MD Sebut Punya Semangat yang Sama dengan Sri Mulyani
Diduga Hasil Korupsi dan TPPU, PPATK Buka Suara Terkait Transaksi Rp300 Triliun di Kemenkeu