Pertama, itu terlihat dari sambutan warga saat Anies 'belusukan' atau safari politik.
"Mengenai penjegalan Anies, ada 5 indikatornya. 1. Setiap Anies ke daerah selalu disambut dengan spanduk yang mendiskreditkannya. 2. Info dari Jaya Suprana yang videonya tersebar luas di medsos. 3. Hasil wawancara Rossi dengan Jusuf Wanandi, hanya dua pasang capres. 4. Pernyataan Jokowi akan cawe cawe dan tidak netral. 5. Sangat masif yang mendiskreditkan Anies melalui medsos," bebernya.
Baca Juga: Kiky Saputri Prihatin Isu Perselingkuhan Makin Marak: Kebahagiaan Kenny dan Nunung Nggak Akan Lama
Tidak hanya itu, Anies juga diduga terlibat masalah KKN yang mungkin akan ditemukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai Formula E.
Kemudian Partai Demokrat yang dibajak oleh bawahan Presiden Jokowi, KSP Moeldoko.
Namun, tidak sedikit yang menilai bahwa upaya kudeta yang dilakukan oleh Moeldoko merupakan urusan internal Partai Demokrat.
Baca Juga: 3 Hal yang Pantang Ditanyakan di Kencan Pertama, Haram Banget!
Hingga kini sikap Jokowi tetap sama, yaitu tidak memecat Moeldoko untuk meredakan kegaduhan.
Ada kemungkinan Peninjauan Kembali Moeldoko akan dikabulkan oleh Mahkamah Agung sehingga Partai Demokrat bisa 'disetir' oleh orang-orang Jokowi.
Namun, hingga kini Moeldoko belum memberikan pernyataan resmi terkait hal tersebut.
Baca Juga: Balita Tunjukkan Tanda-tanda Mirip Masuk Angin, Waspada Infeksi Bakteri Satu Ini
Moeldoko sempat menyampaikan bahwa ia tidak tahu-menahu soal PK Partai Demokrat ke Mahkamah Agung.
"Cara menjegal Anies diduga keras melalui KPK dalam dugaan kasus Formula E dan PK Moeldoko tentang Partai Demokrat," tutup Musni Umar.***
Artikel Terkait
Bukan Jegal Anies Baswedan atau Muluskan Kudeta Demokrat, Ini Maksud Jokowi Cawe cawe di Pemilu 2024
Jokowi Bakal Cawe Cawe di Pemilu 2024, Denny Indrayana Ungkap Siasat PK Moeldoko
Pemilu 2024: Ramai Wacana Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, Pengamat TII Justru Bilang Begini
5 Bocoran Putusan MK Terkait Pemilu 2024 versi Denny Indrayana, Netizen: Makin Seru Nih
Jokowi Cawe cawe di Pemilu 2024, Denny Indrayana: Partai NasDem Digoyang hingga Anies Baswedan Dijegal