Jokowi Bakal Cawe Cawe di Pemilu 2024, Denny Indrayana Ungkap Siasat PK Moeldoko

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Rabu, 31 Mei 2023 | 14:39 WIB
Ahli hukum Denny Indrayana menilai Jokowi cawe cawe di Pemilu 2024 untuk 'membiarkan' Moeldoko ambil alih Partai Demokrat. (Instagram.com/@dennyindrayana99)
Ahli hukum Denny Indrayana menilai Jokowi cawe cawe di Pemilu 2024 untuk 'membiarkan' Moeldoko ambil alih Partai Demokrat. (Instagram.com/@dennyindrayana99)

SENAYAN POST - Pakar hukum Denny Indrayana menilai rencana Jokowi untuk cawe cawe di Pemilu 2024 ada kaitannya untuk memuluskan Peninjauan Kembali KSP Moeldoko di Mahkamah Agung terkait Partai Demokrat.

Secara tidak langsung, recana Jokowi untuk cawe cawe di Pemilu 2024 menurut Denny Indrayana juga tidak hanya berdampak kepada PK Moeldoko yang dianggap 'membajak' Partai Demokrat.

Denny Indrayana berpendapat bahwa rencana cawe cawe Jokowi di Pemilu 2024 membiarkan Moeldoko 'mencopet' Partai Demokrat yang saat ini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono.

Baca Juga: Feed Instagram Lee Seung Gi Tetiba Menghilang, Agensi Human Made Berikan Penjelasan Ini

"Cawe cawe Presiden Jokowi yang nyata adalah saat membiarkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko 'mencopet' Partai Demokrat," tulis Denny Indrayana dalam pernyataan resminya pada 31 Mei 2023.

Denny menilai seharusnya presiden tidak membiarkan hal ini terjadi.

"Saya berpendapat, Jokowi seharusnya tidak membiarkan Partai Demokrat dikuyo-kuyo Kepala Stafnya sendiri," lanjutnya.

Baca Juga: Full Spoiler One Piece Chapter 1085: Isi Surat Cobra Nefertari, Im Sama dan Gorosei Unjuk Kekuatan di Marijoa

Lebih lanjut, Denny menilai mustahil kalau Jokowi tidak tahu soal ini.

"Tak bisa dikatakan Jokowi tidak tahu. Tak bisa dikatakan Jokowi tidak setuju," ungkapnya.

Menurutnya, Jokowi pantas untuk memecat Moeldoko karena terlibat sengketa dalam Partai Demokrat.

Baca Juga: Bukan Jegal Anies Baswedan atau Muluskan Kudeta Demokrat, Ini Maksud Jokowi Cawe cawe di Pemilu 2024

"Kalau ada anak buah mencopet, Presiden bukan hanya harus marah, tetapi wajar memecat Moeldoko," ungkapnya.

Meskipun itu adalah hak politik Moeldoko, Denny menilai Jokowi tidak bisa mengatakannya demikian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Twitter @dennyindrayana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X