Kades Ungkap Obrolan Satpam Jatiluhur dengan Anggota Geng Motor, Sebut Tak Ada Cekcok yang Terjadi

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 29 Juli 2026 | 20:41 WIB
Polisi dalami dugaan keterlibatan geng motor dalam kasus tewasnya satpam Waduk Jatiluhur yang viral beberapa hari ini. (Instagram.com/@infojawabarat)
Polisi dalami dugaan keterlibatan geng motor dalam kasus tewasnya satpam Waduk Jatiluhur yang viral beberapa hari ini. (Instagram.com/@infojawabarat)

SENAYANPOST - Kepolisian masih terus mendalami kasus tewasnya Sumarna, satpam Waduk Jatiluhur yang tenggelam dengan tangan terborgol.

Rumor santer yang beredar di media sosial menyebut bahwa ada dugaan keterlibatan kelompok geng motor dalam kematian Sumarna.

Unggahan di media sosial yang viral bahkan menunjukkan wajah sejumlah pria yang diduga terlibat.

Polisi Ikut Dalami Kaitan dengan Geng Motor

Usai viral di berbagai platform media sosial, pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka turut mendalami kemungkinan-kemungkinan tersebut.

Baca Juga: Mahfud MD Sayangkan Sayembara Penangkapan Begal Dedi Mulyadi, Sebut Bisa Timbulkan Anarki di Masyarakat

"Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan ada beberapa kelompok ya, kelompok dari pengemudi sepeda motor ya, kelompok-kelompok ini ya geng-geng motor lah bahasanya. Dan sudah cukup viral," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan di Polda Jawa Barat pada Senin, 27 Juli 2026.

Hendra mengatakan bahwa polisi akan tetap menggunakan asas praduga tak bersalah dalam prosesnya meski wajah diduga anggota geng motor pun sudah viral.

"Kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah dulu ya, sebelum bukti permulaannya cukup kuat ini untuk memasukkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau tidak," jelasnya.

Penjelasan Kades soal Teguran Sumarna pada Geng Motor

Dugaan keterlibatan kelompok geng motor ini muncul setelah viral unggahan lain berupa coretan inisial kelompok 'RPM' dan 'GBR' di sekitar tanggul.

Baca Juga: Neo-Sundanisme: Proyek Peradaban Dedi Mulyadi

Selain itu juga disebutkan bahwa ada cekcok yang terjadi antara Sumarna dengan anggota geng motor tersebut.

Kepala Desa setempat menceritakan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahwa Sumarna hanya bertanya mengenai coretan vandalisme.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube Dedi Mulyadi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X