Lahan Milik Jusuf Kalla di Makassar Diserobot Mafia Tanah, JK Sebut Menteri Nusron Wahid Sudah Pastikan Siapa Pemiliknya

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Selasa, 11 November 2025 | 19:02 WIB
Mantan Wapres Jusuf Kalla ungkap lahan miliknya diserobot mafia tanah, Menteri Nusron Wahid pastikan pelakunya. (Instagram.com/@jusufkalla)
Mantan Wapres Jusuf Kalla ungkap lahan miliknya diserobot mafia tanah, Menteri Nusron Wahid pastikan pelakunya. (Instagram.com/@jusufkalla)

SENAYANPOST - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, angkat bicara soal sengketa lahan miliknya di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diduga melibatkan praktik mafia tanah.

Pria yang dikenal dengan sebutan JK itu menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya menyangkut dirinya semata, melainkan bagian dari masalah sistemik yang harus dilawan bersama.

"Mafia ini harus diberantas, jadi harus dilawan! Kalau dibiarin akan begini akibatnya," tegas JK dalam keterangannya pads Senin, 10 November 2025.

JK menuturkan, sengketa lahan seluas 16,4 hektare itu bermula dari upaya pengambilalihan yang diduga dilakukan oleh jaringan mafia tanah.

Baca Juga: ICW Tunggu Gebrakan KPK Berantas Korupsi: Baru Mau Jadi Macan, Jangan Balik Lagi Jadi Meong

Ia menyebut memiliki bukti legalitas lengkap atas kepemilikan tanah tersebut, yang dibelinya langsung dari ahli waris Raja Gowa sekitar 35 tahun lalu.

Modus Lama: Rekayasa Hukum dan Pemalsuan Dokumen

JK menjelaskan bahwa kasus yang menimpanya bukan hal baru di Indonesia.

Mantan ketua umum partai Golkar itu menyoroti bahwa praktik mafia tanah sering kali melibatkan rekayasa hukum, pemalsuan dokumen, hingga pemalsuan identitas untuk merebut hak milik secara ilegal.

"Bukan hanya di Makassar, banyak terjadi di tempat lain. Itu semua kriminal," ucap JK.

"Dibuat dengan cara rekayasa hukum, memalsukan dokumen, memalsukan orang. Itu praktik lama, dan kita harus lawan bersama-sama," imbuhnya.

Menurut JK, kasus seperti ini bisa menimpa siapa saja, termasuk masyarakat kecil yang tidak memiliki kekuatan hukum atau akses ke lembaga peradilan.

Baca Juga: Dari Teori Konspirasi ke Takfir: Jalur Cepat Menuju Ekstremisme Digital

Pria yang juga pernah mejabat sebagai menko kesejahteraan rakyak itu menilai lemahnya pengawasan dan penegakan hukum menjadi salah satu faktor mengapa mafia tanah masih bisa beroperasi secara bebas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X